Hal yang paling saya ingat tentang masa kecil saya, adalah saat betapa asiknya saya bermain dengan teman-teman. Seperti kebanyakan anak-anak jaman dulu, terutama yang menghabiskan masa kecilnya di tahun 80-an *ya…saya sudah setua itu, hiks*, kami sangat puas sekali bermain.

Selain puas main di sekolah, saya juga puas main di rumah dengan anak-anak tetangga seumuran. Kami bisa main di lapangan, atau di jalan depan rumah. Sebut aja deh, permainan galasin/gobak sodor, petak umpet, petak jongkok, bentengan, main karet dan permainan tradisional lainnya. Selain permainan tersebut, saya suka juga role play bareng teman-teman, seperti main boneka, main masak-masakan yang bener-bener pake bahan yang tersedia di sekitar rumah, kayak daun, biji-bijian, buah bahkan tanah.

Belum lagi, memanjat pohon, biarpun teman-teman pasti naik ke dahan yang lebih tinggi, dan saya tertinggal karena takut ketinggian :D. Main sepeda, main hujan sepulang sekolah, main kasti, bulutangkis dan banyak kegiatan fisik lainnya. Pokoknya, waktu kecil dulu, lebih banyak bergerak aktif sampai keringetan, mainnya juga jorok alias kotor-kotoran sampai nyebur ke got segala.

Jaman dulu, anak-anak memang lebih banyak bermain di luar rumah. Hiburan dan gadget masih sedikit sekali jumlahnya dan faktor keamanan masih kondusif. Ya ada sih, permainan seperti game watch, nintendo, atari dan sebagainya, tapi kan anak-anak yang bisa menikmati permainan itu juga terbatas. Siaran TV aja hanya ada TVRI, kalau mau nonton RCTI yang dulu siarannya lebih bermutu dibanding sekarang, saya harus ke tempat teman yang langganan decoder. Jadi, dulu kalo mau nonton RCTI emang harus langganan decoder, kayak sekarang kita berlangganan TV berbayar, udah gitu biaya bulanannya mahal, at least buat orangtua saya.

Beda banget dengan kehidupan anak-anak sekarang, ya. Sedih deh, kayaknya anak-anak sekarang gak ada yang kenal dengan permainan tradisional. Bahkan, melihat anak-anak yang bermain di luar rumah adalah pemandangan yang jarang sekali terlihat.

Untuk itu, saya senang sekali saat diundang Mommiesdaily, untuk hadir di acara Rinso Blogger Gathering tanggal 12 April 2014, di Cafe Yeyo Senopati. Acara talkshow tersebut membahas tentang pentingnya bermain dan belajar bagi perkembangan anak, serta partisipasi dukungan Rinso yang meluncurkan kampanye #KidsToday Project. Acara tersebut dimulai jam 10 pagi, dipandu oleh Della Sabrina sebagai MC, serta pembicaranya, Psikolog Roslina Verauli dan Mas Satir dari Rinso.

Rinso sangat menyadari bahwa bermain dan belajar itu sangat penting bagi perkembangan anak, dan ini dijadikan sebagai tema project #KidsToday, setelah sebelumnya Rinso meluncurkan kampanye “Berani kotor itu baik” di tahun 2004. Lewat kampanye ini, Rinso mengajak orangtua melihat dunia dari cara pandang terbaru anak-anak.  Untuk mendukung kampanye tersebut, Rinso membuat 4 film pendek yang memperlihatkan kehidupan anak-anak di seluruh dunia saat ini dan peserta yang hadir kemarin, diajak untuk melihat keempat film tersebut. Oiya, filmnya juga sudah ada di Youtube, kok.

Film pertama, memperlihatkan bagaimana anak-anak yang tinggal di perkotaan menjalani keseharian mereka. Anak-anak  yang tinggal di perkotaan di beberapa belahan dunia, mengeluhkan soal macet, kurangnya keamanan, kebisingan dan kurangnya dukungan lingkungan bagi mereka. Mereka sangat menginginkan taman yang banyak di kota tempat mereka tinggal, agar mereka bisa bertemu teman-temannya dan bisa bebas bermain.

Film kedua, bercerita tentang anak-anak yang “sibuk”. Terlihat banget, bagaimana jadwal anak-anak sekarang ini padat sekali, mulai dari pagi sampai malam dan kebanyakan hanya belajar. Setelah sibuk di sekolah, dengan waktu bermain hanya minimal 10 menit, pulang sekolah mereka harus buru-buru sampai di rumah dan kemudian lanjut dengan berbagai les, dan kebanyakan juga les pelajaran. Malamnya mereka masih harus mengulang pelajaran dan mengerjakan PR. Wow, ternyata mereka lebih sibuk dari orangtuanya, ya.

Setelah 2 film ini diputar, kita disadarkan bahwa tuntutan anak-anak sekarang lebih banyak dibandingkan anak-anak jaman dulu. Anak-anak sekarang diharuskan banyak dan sering belajar, tanpa diberikan waktu bermain, dan harus jadi orang yang sukses.

Mbak Vera cerita tentang kasus yang pernah ditemuinya, ada anak yang sering mengeluh pusing dan sakit kepala setiap mau berangkat sekolah. Setelah dilakukan daily monitoring, ternyata si anak ini stress karena kesibukan dan punya jadwal sehari-hari yang penuh sehingga kekurangan waktu istirahat dan bermain. Saat jadwalnya di-review dan diubah dengan memasukkan waktu bermain, kemudian si anak ini berangsur membaik. Berarti, bermain sangat berpengaruh sekali buat anak-anak.

Emang sih, ya, jam sekolah untuk anak-anak di Indonesia itu sekarang dahsyat banget. Jam masuk sekolahnya aja ada yang jam 6.45, karena kebanyakan juga jarak sekolah dari rumah jauh, berangkatnya harus lebih pagi. Gak usah jauh-jauh, anak tetangga sebelah rumah, kelas 3 SD, setiap jam 5.30 sudah berangkat dengan jemputan sekolah, kebayang mesti bangun pagi jam berapa, donk? Belum lagi, mereka harus pulang sekolah jam 2 – 3 sore, dan biasanya dilanjutkan dengan kegiatan ektrakurikuler atau les.

Menurut saya, kalau kegiatan ekstrakurikuler dan lesnya adalah sesuatu yang diinginkan dan dipilih si anak karena hobi dan bakatnya, masih ok aja. Tapi, kalau kegiatan tersebut yang memang dipaksakan oleh orangtua dan si anak jadi merasa terpaksa, efeknya pasti jadi negatif buat si anak.

Mbak Vera juga bilang, kalau saat ini jam pelajaran lebih panjang dibandingkan 10 tahun yang lalu. Dan, banyak orangtua mengira bahwa banyak belajar akan membuat anak lebih berkonsentrasi ke pelajaran, tanpa menyadari bahwa kalau si anak capek justru akan mempengaruhi daya konsentrasinya. Sangat dianjurkan, anak diberikan waktu istirahat dan bermain yang cukup, minimal 15 menit tiap 2 jam.

Di film ketiga, kita ditunjukkan wajah “bermain” nya anak-anak. Apa sih wajah “bermain” itu? Wajah “bermain” adalah ekspresi yang ditunjukkan anak-anak saat bermain. Bagaimana mereka menikmatinya, memenuhi rasa ingin tahu, mencoba hal baru, mengambil resiko, dan dari situlah mereka mendapatkan pengalaman hidup. Ada pertanyaan yang saya bilang jleb banget, sering gak sih, kita melihat ekspresi wajah “bermain”nya anak-anak kita?

Film terakhir adalah film yang saya suka dan bikin saya terharu, mungkin juga dirasakan oleh peserta yang lain. Film ini bercerita tentang bagaimana menjadi anak kecil. Kata mereka, menjadi anak kecil itu tidak mudah, lho. Mereka dipenuhi oleh rasa ingin tahu yang tinggi dan hal itu bisa dipenuhi saat mereka bermain dan mereka sangat butuh bantuan serta dukungan orangtua. Sebagai contoh, saat mereka selesai bermain kotor, orangtua diharapkan bisa membantu mereka untuk bersih-bersih dan agar mereka bisa main lagi.

Kemudian, mbak Vera menunjukkan diagram kegiatan untuk anak-anak usia 2-6 tahun. Bagi anak-anak usia tersebut, mereka harus mempunyai porsi kegiatan tidur 11 – 12 jam, makan 2 jam dan bermain minimal 5 jam. Hmm, jadi mikir, Laras porsinya udah sesuai belum, ya..

5 jam waktu bermain ini, harus seimbang antara bermain aktif dan pasif. Bermain aktif adalah bermain di luar ruangan, dimana anak bisa bebas bergerak. Untuk anak usia sekolah, setidaknya punya waktu 1 jam kegiatan fisik. Sedangkan bermain pasif adalah kegiatan seperti baca buku, nonton TV, bermain gadget. Dan, waktu bermain di sekolah sudah termasuk dalam jatah 5 jam waktu bermain tersebut. Diingatkan oleh mbak Vera, saat bermain pun harus yang memenuhi syarat, Fun, Less Structure dan dipilih sendiri oleh si anak.

Banyak sekali manfaat dari bermain ini, anak bisa belajar tentang ketrampilan bersosialisasi dan bisa mengasah kemampuan eksekutif, yaitu kemampuan seseorang antara lain dalam mempertahankan konsentrasi, fokus di problem solving dan memberikan atensi. Untuk lebih tahu tentang kemampuan eksekutif ini, mbak Vera mengajak beberapa peserta untuk ikut bermain. Saya dan Laras ikut maju dengan sukarela karena penasaran dengan permainannya.

Di permainan tersebut, 3 peserta diberikan masing-masing 1 amplop yang isinya adalah kartu dengan bentuk yang berbeda. Ada yang bentuk lingkaran, segi empat dan saya mendapat yang bentuk persegi panjang. Kami diberikan waktu 2 menit, untuk menemukan benda-benda di sekitar tempat acara berlangsung, yang sama bentuknya dengan kartu yang didapatkan, dan di foto. Yang paling banyak, dialah yang menang. Alhamdulillah, saya dan Laras juara 2 dengan mengumpulkan sebanyak 6 foto benda. Permainannya cukup seru dan kita berdua happy banget. Nah, saat kita happy itulah, kemampuan eksekutif itu akan bekerja secara optimal.

Setelah permainan selesai, mbak Vera kembali menegaskan bahwa tugas kita sebagai orangtua adalah wajib memberikan fasilitas, sarana dan prasarana bagi anak agar bisa bermain. Fasilitas tersebut termasuk waktu orangtua untuk bermain bersama anak, biarpun kita adalah orangtua yang sibuk. Stop jadikan anak sebagai obyek afeksi, dan jadikan mereka sebagai subyek.

Bermain dan belajar bisa berjalan bersamaan dan diarahkan dengan baik. Karena dengan bermain, efek positif yang didapatkan adalah raut wajah anak selalu happy, cerdas dan perkembangannya juga optimal. Sedangkan, kalau anak tidak mendapat waktu bermain yang cukup, efek negatifnya, si anak akan stress, anti sosial dan perkembangannya terganggu. Jadikan ini sebagai slogan, “learn to play, play to learn”.

Satu lagi, jangan halangi anak untuk bermain kotor dengan alasan takut sakit, luka, kotor, jorok. Justru banyak bermain kotor itu banyak belajar, lagipula kalau bajunya kotor kan bisa dicuci pakai Rinso, ya, ibu-ibu :D.

Acara gathering kemarin itu seru banget, dapat hadiah, dapat makan siang gratis dan enak, serta mata saya jadi lebih terbuka dan jadi lebih punya keinginan untuk mengajak Laras lebih banyak bermain terutama main di luar rumah. Effort-nya pasti lebih besar, karena saya sebagai ibunya juga harus melawan rasa malas. Jujur, saya dan ayahnya Laras hanya punya waktu untuk bermain di luar saat weekend atau libur. Sedangkan, untuk orangtua bekerja seperti kami, saat liburan adalah saat yang ditunggu untuk beristirahat atau punya acara lain selain bekerja. Tapi, demi anak memang harus berkorban, donk, ya. Setidaknya kalau tidak pergi ke taman tertentu, kami akan coba ajak Laras untuk lebih rajin jalan pagi di saat libur.

Pas banget, tanggal 16 April kemarin, saya mendampingi Laras ikut jalan-jalan sekolah ke Taman Wisata Matahari Bogor. Di sana Laras happy banget karena dapat pengalaman main air, mandiin kerbau, membajak sawah, main lumpur, dan berlarian sambil menangkap ikan di empang. Kotor dan basah? Pastinya. Tapi, kalau gak begitu, kapan lagi Laras bisa mandiin dan foto bareng kerbau, dan berani pegang ikan hidup. Semua pengalaman itu kan susah dicari di rumah, apalagi di Jakarta yang sudah terlalu banyak molnya dan belum tentu dapat kesempatan itu lagi. Jadi, habis kotor-kotoran, mandi di pancuran, pake baju bersih, dan main lagi deh bareng temen-temen. Ngasih makan ikan, ngasih wortel ke kelinci, main sepeda air, kotor dan keringetan lagi deh :)). Yah, namanya juga anak-anak, ya.

Oiya, Rinso juga membuka Blog Competition dimana para blogger dapat me-review dan menulis tentang ke 4 film pendek #KidsToday Project. Hadiahnya ok, loh. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca di forum Femaly Daily, ya. Yuk, ikutan…

 

 Ini dia, salah satu film Kids Today project yang saya suka

 

IMG-20140419-WA0013

Laras lagi ikutan game edukasi yang diadain oleh Mbak Vera, kita cari benda yang bentuknya persegi panjang

 

20140412_162254

Alhamdulillah, hasilnya dapat juara 2 dan dapat hadiah gudibek ini. Gak usah beli Rinso selama 2 bulan kali ya :D

 

With Indah

Foto bareng peserta blogger gathering, Rinso & Mommiesdaily. Picture courtesy of Indah Kurniawaty

Tanggal 16 April kemarin, saya mendampingi Laras ikut acara jalan-jalan sekolahnya ke Taman Wisata Matahari Cisarua – Bogor. Acara yang udah ditunggu-tunggu Laras dari beberapa bulan sebelumnya. Gimana gak excited, dia selalu dibilangin ama ibu gurunya kalo nanti di Taman Matahari, anak-anak bisa mandiin kerbau en main lumpur. Jadilah, perbekalan juga kudu lengkap. Ibu Guru minta orangtua bawain anak-anaknya, baju ganti, baju jelek, handuk, peralatan mandi, jas hujan + payung buat antisipasi kalau di sana hujan. Belum ditambah perlengkapan yang lain, yah secara saya emang orangnya agak rempong, jadi beratlah gembolan emaknya ini :)).

Rombongan berangkat jam 1/2 8 dan tiba di sana sekitar jam 9an – 1/2 10. Perjalanan lumayan lancar, Alhamdulillah. Kebayang bakal macet, tapi ternyata gak juga, yah di beberapa spot aja ada yang padat, tapi gak lama. Sampai di sana, udah banyak rombongan dari sekolah lain, dan anak-anak makin bersemangat. Ternyata tempatnya lumayan bagus juga, murah meriah pula. Buat saya, lebih asik main di Taman Matahari daripada di Taman buah Mekar Sari. Kalo mau tau ada fasilitas apa aja dan info lainnya, bisa dibaca di website ini.

Rombongan sekolah Laras ikutan wisata Agro, yaitu wisata yang mengajak anak-anak untuk mencoba kegiatan pertanian. Untuk menuju ke tempat wisata itu, lumayan juga jaraknya dan kami harus berjalan kaki, tracknya juga menanjak. Jadi, ceritanya emang kemarin waktu di sana, kami lumayan berolahraga. Untuk pengunjung rombongan, kami dipimpin oleh pemandu dari Taman Matahari, berjalan ke tempat wisata Argonya.

Sampai di lokasi yang dimaksud, saya dan pendamping yang lain langsung menyiapkan anak-anak untuk memulai kegiatan. Seneng banget karena sekolah Laras dapat saung untuk basecamp yang dekat dengan lokasi kegiatan anak-anak, jadi gak perlu bolak-balik terlalu jauh.

Sebelum memulai kegiatan, anak-anak dan ibu guru dikumpulkan di lapangan dan diajak untuk pemanasan sama Pak Miing, nama pak Tani yang ceritanya pemilik sawah di situ. Pak Miing kayak ngasi briefing, apa aja sih yang bakal dilakukan oleh anak-anak, terus diajak senam, dan foto bareng. Fotonya ini yang harus ditebus sama orangtua, seharga 30rb/4 lembar, bisnis ya, bok :)).

Selesai pemanasan, anak-anak berbaris menuju sawah, melewati aliran air, udah gitu airnya dingiiiiin, itu aja dah bikin anak-anak seneng banget. Kegiatan pertama adalah mandiin kerbau, tapi Laras kecewa banget karena gak sempet ikutan mandiin kerbau. Jadi, sebelum ke tempat kerbau, anak-anak ini foto dengan wardrobe petani, pegang padi & tempat sayur, bergiliran. Begitu giliran Laras nyemplung ke tempat kerbau, cuman bisa liat kerbaunya aja, dan antri lagi buat foto bareng sama kerbaunya. Mana fotonya juga buru-buru, gak tunggu anaknya pose dulu, jadi mayan kuciwa juga sih.  Untungnya, Laras gak takut dan mau foto bareng sama kerbaunya, biarpun dengan tampang lempeng, gak ada senyumnya hihihihi.

Abis itu, mereka pindah tempat buat nyobain naik ke alat pembajak sawah yang ditarik sama 2 kerbau. Kali ini, kerbaunya jenis kerbau bule yang mirip sama Kyai Slamet, kerbau yang suka diarak tiap malam 1 Suro di kraton Solo. Setiap anak dapet giliran muter sebentar, bareng 2 temennya. Laras enjoy bener, naik sambil ketawa-tawa gak takut jatuh.

Tadinya, anak-anak mau ikutan kegiatan nanam padi di sawah, tapi gak jadi. Gantinya, langsung menuju empang dan anak-anak bebas nyebur sambil nangkepin ikan. Sebenernya, kasian juga sama ikan-ikan mujair itu, dikejar-kejar dan ditangkepin, terus dikekep sama anak-anak dan orang dewasa, terus dibalikin lagi ke air. Bolak-balik siklusnya gitu dari pagi, sampe keliatan banget ikannya pada mabok :(. Laras juga sempet megang lama, saya aja geli megang ikan hidup kayak begitu :D.

Waktu kegiatan itu, anak-anak terlihat happy banget. Mereka banyak belajar dan dapat banyak pengalaman dari kegiatan itu. Melihat Laras enjoy dan bermain dengan teman-temannya, kejar-kejaran, gak takut kotor, ketawa lepas en mencoba banyak hal yang gak mungkin bisa didapetin di rumah, bikin saya ikutan happy. Kepengen rasanya sering-sering ngajak Laras main dan berwisata ke tempat model begini, daripada ke mol mulu, bosen rasanya. Larasnya juga jadi banyak bergerak, bikin sehat juga, kan. Ada sih, anak yang gak mau ikutan nyebur ke empang, ibunya bilang, anaknya gak mau karena kotor katanya. Yah, sebenernya sayang banget ya.. mungkin emang dibiasain gak boleh main kotor-kotoran.

Selesai semua kegiatan, waktunya anak-anak mandi bebersih badan di pancuran, airnya dingiiiin. Abis itu dilanjutkan istirahat makan & sholat, sebelum mulai lagi kegiatan berikutnya. Kebersihan toilet di tempat itu, lumayan lah ya, gak jorok-jorok amat. Mungkin juga karena pengunjungnya gak terlalu ramai. Musholla juga gak susah nyarinya, saya sholat di musholla berbentuk rumah panggung gitu, terus kecil banget, tapi enak juga lokasinya di pojok dan bisa liat pemandangan orang yang lagi main arung jeram *liatnya bukan pas sholat, ya :D*.

Perut sudah kenyang, sudah sholat dan istirahat, rombongan diperbolehkan punya acara bebas. Kami mampir di taman burung sebentar, yang isinya hewan-hewan yang gak cuman burung. Di situ, anak-anak bisa ngasi makan ikan dan kelinci, Ada juga, beberapa unggas, kayak ayam, dan sempet ngeliat iguana. Karena bosen di tempat itu, Laras dan 2 temannya, nyobain main di wahana lain. Kami dapat tiket gratis 4 fasilitas di sana, kayak sepeda air,  perahu dan lainnya. Tadinya sih mau naik sepeda air, tapi ngeliat antriannya dan harus kumpul di bis jam 3, akhirnya nyobain main..aduh apa ya namanya…pokoknya kayak sepeda air tapi lebih gede. Kendaraannya itu besar, ngapung di air dan harus digowes juga biar bisa jalan, bannya ada 3.  Pas nyobain naik, wuidiiiih kerja keras banget. Gowesnya berat, udah gitu pedalnya besi dan gak ada alasnya, dan karena kaki dalam keadaan nyeker biar sepatunya gak basah, telapak kaki berasa sakit banget. Udah gitu, sempet susah digowes, efeknya kaki keram sampe sakit banget pas tidur malem :(.

Di depan wahana itu sebenernya ada arena mainan kayak komedi putar dan wahana-wahana kayak di funworld MOI, dan anak-anak pengen banget main di situ, tapi waktunya terbatas banget. Jam 3 kami harus kumpul di bis, dan harus pulang ke Jakarta. Bukan emak-emak namanya kalo gak nyempetin belanja dulu, tadinya saya udah gak mau beli apa-apa, akhirnya nenteng 3 bungkus strawberry. Mayan banget buat bikin smoothies, segeeeer.

Alhamdulillah, acara jalan-jalannya lancar, sukses dan selamat sampai di rumah lagi. Laras jadi punya kenangan indah yang bisa dia ceritain ke orang lain, terutama setiap Eyang-eyangnya telpon, langsung diceritain pengalamannya ketemu kerbau dan pegang ikan. Ternyata, main kotor-kotoran emang lebih seru, ya. Kalau gak kotor, gak belajar, kan.. :)

 

 

PhotoGrid_1397637238426

Laras happy..

Sabtu wiken kemarin, jadwal saya cukup padat *eciyeee*. Hari itu saya ngikutin 2 eventnya Mommiesdaily, Zumba for kids dan Rinso blogger gathering di 2 tempat yang berbeda. Untungnya aja sih, masih gak gitu jauh lokasinya, jadi masih bisa sekali jalan.

Tadinya, saya cuman pengen ikut Zumba for kids aja, ikut ajakan dari Lita. Eh, datanglah email undangan dari Anggie FD buat hadir di acara blogger gathering. Saya udah mau menolak undangan itu karena jamnya mepet banget, Zumbanya jam 9, en acara Rinsonya jam 10, tapi waktu Lita bilang, ikut 2-2nya aja karena dia juga bakal hadir di acara gathering itu, jadilah saya mengiyakan ke Anggie.

Merayu Laras buat ikutan Zumba gak susah kok, cukup kasih keyword “Langit ikut juga kok”, dia langsung mau. Laras tanya apa itu Zumba, waktu saya jawab kalo itu jenis olahraga yang seperti nari-nari/joged-joged, dia pun semangat. Di hari H, Laras gak susah bangun pagi, mandi dan sarapan.

Kami pergi lebih pagi karena takut jalanan macet, secara sekarang tiap hari Sabtu itu traffic-nya udah kayak wikdeis dan peserta juga dianjurkan buat datang 1/2 jam lebih awal. Dan bener aja, kami tepat waktu, sampe di markasnya FD, sekitar jam 1/2 9 lebih 5 menit. Saya sempet ajak Lita buat pergi bareng, tapi ternyata dia mau jemput bff-nya Langit dulu yang mau ikutan Zumba juga.

Setelah semua peserta kumpul, acaranya pun dimulai. Karena pesertanya emang khusus anak-anak mulai umur 3 – 12th, jadilah lucu-lucu banget mereka ini pas ngikutin gerakannya mbak Purry. Mbak Purry adalah pelatih Zumba dari Sana Studio, yang menurut info dari Lita, punya sertifikat pelatih Zumba khusus untuk anak-anak. Wow, ternyata sertifikasinya juga khusus ya. Saya kira, anak-anak itu bakal dilatih sama Laila Munaf, pemilik Sana Studio yang pernah jadi coach member FD di event Zumba, 2th lalu. Laila-nya juga hadir sih, dan badannya masih keren aja. Pas di event dulu itu, dia lagi hamil 4 bulan, dimana perutnya masih rata, gak keliatan lagi hamil. Nah, kemarin dia bawa anaknya yang dulu di perut, sekarang umurnya dah setahunan, dan bodynya Laila masih sama kayak pas hamil dulu itu *sirik*

Waktu mbak Purry mengarahkan anak-anak untuk bergoyang sesuai gerakan yang dia contohin, ngikutin irama lagu. Anak-anak excited banget, termasuk Laras. Laras bisa langsung join, maju dan ngikutin gerakan biarpun dengan ekspresi lempeng tanpa senyum. Eh, tapi anak-anak yang lain juga sih, beda banget kalo emak-emaknya yang ikutan kan pasti sampe heboh gitu, apalagi waktu dulu itu diliput stesyen tipi nasional :)). Jadi, senyum is a must en harus pose, gerakan harus ok.

Anak-anak sangat enjoy karena mbak Purry-nya ramah dan komunikatif banget, lagunya asik-asik apalagi pas ada lagunya Hi5, cuman karena mbak Purry lebih sering pake bahasa Inggris, jadi anak-anak pada keliatan bingung. Apalagi Laras yang emang ngertinya cuman bahasa emak – bapaknya ;)).

Bagian yang paling asik menurut saya, waktu mbak Purry minta anak-anak untuk ajak Mama atau Papanya ikutan. Terus, kami Zumba bareng deh, gak cuman Zumba tapi juga nyanyi bareng, karena lagunya Twinkle-twinkle little star & I love U-nya Barney and friends. Sebagian besar emang ditemenin ama Mamanya, tapi ada juga loh 2 orang Papa yang ikutan tanpa malu-malu, salut deh. Mas Dicky aja belum tentu mau en pede tuh kalo diajakin :p. Bagus juga ya ide ngajak ortu buat Zumba bareng anak, selain buat bonding antara Mama/Papa dan anak, badan juga jadi sehat karena olahraga bareng, kan?

Selesai Zumba bareng, anak-anak disuruh baris dan tiap anak dikasih stamp sama mbak Purry. Yang namanya anak-anak, dikasih stamp gitu dah seneng banget, Laras langsung pamerin stamp bintangnya begitu tangannya selesai di cap. Acara ditutup dengan foto bersama, peserta Zumba for kids dan Mbak Purry + Laila.

Thanks Mbak Purry, Laila dari Sana dan pastinya thanks buat Mommiesdaily buat eventnya. Laras seneng banget, bisa kenal ama jenis olahraga yang namanya Zumba. Jenis olahraga lain selain yang biasa Mama & Ayahnya lakuin, yaitu lari, yoga dan senam. Gudibeknya juga ok banget. Lain kali bikin lagi ya, event olahraga yang lain..

 

laraszumba1

Tuh kan, seru banget anak-anak ini ber-Zumba ria. Mamanya juga diajak donk ;)

 

 

laraszumba2

 Ini dia..foto bersama pengajar dari Sana Studio. Anak-anak ini gemesin banget deh.. they’re super cute :*

Jadi gini, Big Scream adalah genk beranggotakan 8 cewek manis nan cantik jelita, dengan komposisi 50 : 50, antara yang sudah jadi emak-emak dan yang masih single. Dan kami yang emak-emak ini, rata-rata sudah 6-10 tahun usia pernikahannya. Wow..ternyata sudah lama juga ya.

Saya adalah orang di urutan ke 3, yang menikah duluan, beda sebulan aja sama Hera. Abis Devina menikah setahun kemudian, belum ada lagi yang menyusul kami ber 4. Hebatnya, Devina sekarang ini lagi hamil anak ke 3, nyusul Poppy yang udah jadi emak beranak 3 duluan. Kami yang masih “kaget” dengan kehamilan Devi, karena anak ke 2 nya aja belum setahun waktu ngasi kabar ini, Hera ternyata juga lagi hamil muda. Senasib dengan Devina, anak ke 2 Hera juga belum setahun dan ini adalah kehamilan yang ke 3. Huahahahaha…welkam to the club, kata Poppy & Devina :))

Well, dari cerita mereka bertiga, kehamilan setelah anak ke 2 adalah kehamilan yang bukan diprogram. Devina malah udah pake IUD, tapi memang rejeki dan amanah dari Allah SWT – lah yang datang dan gak mungkin bisa ditolak, kan? Hera juga dari anak pertama ke anak ke 2, butuh waktu sekian tahun, malah sempet keguguran, tapi yang ke 3 ini bener-bener rejeki.

Sementara saya, masih belum nambah lagi ;)). Awalnya sih emang saya sengaja bikin jarak antara Laras dan calon adiknya nanti, baru belakangan saya ngerasa kepengen nambah lagi dan keliatannya belum rejeki.

Kadang ya suka terlintas di kepala, temen-temen udah pada nambah nih, saya kapan yah?

Tapi, kadang mikir juga, kok jadi kayak waktu jadi penganten baru ya?

Banyak temen yang hamil duluan, dan punya anak duluan, bikin saya jadi gelisah..kalo istilah sekarang, peer preasure-nya berat. Laras baru hadir di kehidupan kami setelah 10 bulan saya dan mas Dicky menikah.

Jujur, sekarang yang bikin saya tambah panik, ya masalah umur. Sekarang saya udah gak muda lagi, denger cerita temen-temen yang ngeluh soal kehamilan sekarang yang beda dengan hamil anak pertama, jadi suka grogi sendiri. Mestinya sih ya, saya bisa lebih santai, dengan pengalaman kehamilan pertama. Yang penting, tetap usaha dan pasrah apa adanya. Cuman, kadang “capek” juga ditagihin Laras :))

Nah, kalau nanti akhirnya saya hamil dan punya anak lagi, saya belum kepikiran juga buat punya anak lebih dari 2. Belum tau deh, apa saya juga bakal bergabung di klub emak beranak 3, bareng Poppy, Devina en Hera. Bakal seru kali ya, kalo Big Scream junior itu rame banget :D

 

….

Bau komputer baru

Di kantor, saya kalo sholat selalu di ruang Test Bed. Nah, di ruangan itu banyak sekali komputer lama en jadi persinggahan komputer baru sebelum masuk ke ruang server atau didistribusiin ke user. Entah kenapa, setiap masuk ke ruangan itu, begitu mencium aroma komputer – komputer yang ada di situ, langsung menarik nafas panjang terus merasakan nikmat… haaaaahhhhh.

 

Bau mol

Ini juga hal baru, masuk mol kan sebenernya bukan hal yang baru, tapi nyandu sama bau mol ini kenapa baru dirasain sekarang. I’m not a mall person, sih, paling sering ya ke Sency karena sekalian nyamperin suami, selebihnya gak dilakuin tiap wiken. Yang paling berasa ya kalo masuk Sency dari sisi lobby samping, yang deket Mango. Apalagi di situ sering ada pameran mobil mewah, apa karena bau mobil baru itu ya? Baunya begitu masuk lobby, khas banget…

 

Bau sepatu (lari) baru

Semua barang baru kayaknya emang enak ya aromanya. Sepatu baru, apalagi sepatu lari itu, juga termasuk. Coba deh, kalo masuk ke toko olahraga di mol, trus ke bagian sepatu, aromanya enak bingits. Tapi, jangan sampe tau harganya ya, soale begitu napsir, baunya enak, langsung patah hati begitu tau harganya, dah gitu pas tanggal tua pulak :)). Jadi, ini sekarang mulai jadi hobi saya en suami kalo lagi ke mol, cuci mata ke toko olahraga. Terus, nyamperin bagian sepatu.. it’s like heaven :D

 

Minum Bubble Tea

Selain kecanduan bau-bauan, saya juga mulai kecanduan beli minuman yang lagi happening di mol-mol. Terutama yang rasa matcha or green tea gitu, ditambahin bubble, enyaaak bener deh. Emang sih, sebenernya gak sehat yah.. Makanya saya ngakalin konsumsi minuman ini pas cheating day, or kurangi porsi gula / no sugar sama sekali en less ice. Kalo yang di-blend sama es batunya, itu lebih enak lagi deh, pas lagi minum, terus ada kriuk-kriuk gigitin es batunya yang masih berasa keras kecil-kecil.

Saya belum nyobain semua brand sih, biasanya yang paling sering beli itu yang Chatime dan Share Tea. Yang paling sering ketemu, ya ama brands itu. Katanya ada yang lebih enak lagi, ya.. namanya Calais kalo gak salah, next lah dicoba. Sampe produknya KFC, Jco, BreadLife en fast food yang ngeluarin green tea/matcha blend, pernah dicoba juga, tapi terlalu manis banget.

Nah, wiken kayak gini, mulai muncul nih dorongan buat beli, secara kalo wiken itu biasanya jadi cheating day.

 

Begitulah cerita kecanduan saya, kalau kamu? ;)

 

 

 

 

Ada apa dengan angka 35 ?

Tahun ini, segitulah umur saya. Gak berasa, lama-lama nyampe juga ke angka itu. Baru bulan April nanti sih sebenernya, mudah-mudahan aja masih ada waktu buat sampe ke umur segitu beneran. Amiiin.

Menjelang umur segitu, jadi inget sama obrolan saya dan temen beberapa tahun lalu, mungkin sekitar 8-9 tahun lalu.

Jadi gini, saya punya temen cowok yang bisa dibilang deket. Kita temenan udah dari sejak sma, en kebetulan rumah kita sama-sama satu komplek beda blok aja. Dulu, kita sekelas selama 2 tahun di SMA. Pas di SMA, kita temenan biasa, akrab seperti kayak ke temen-temen yang lain. Cuman, kalo urusan nongkrong, saya lebih banyak ngabisin waktu ama temen-temen se-genk BigScream.

Kita berdua mayan akrab, kayaknya pas di kelas 2, waktu itu dia suka main ke rumah saya buat ngajarin main gitar. Kebetulan waktu kelas 2, kelas kami mau ikutan audisi band buat tampil di acara perpisahan kelas 3. 5 atau 6 orang dari kelas, janjian bikin band, termasuk saya en demi lolos audisi, kami jadi sering latihan bareng, baik di studio band, atau di rumah. Hasilnya ok banget, kita berhasil lolos audisi en jadi salah satu dari 10 band yang bakal manggung di acara itu. Di jaman itu, bisa manggung di acara sekolah itu termasuk bergengsi loh. Macam jadi anak populer di film Glee gitu deh :)).

Lulus SMA, saya kuliah di Bandung, en temen saya tetep kuliah di Jakarta, di kampus tenar di bilangan Jakarta Selatan, en temen sma mayan banyak yang masuk situ juga. Setiap saya pulang di waktu wiken atau liburan kuliah, entah kenapa saya selalu ngabarin kalo saya lagi di rumah, otomatis dia langsung bilang, “siip, gw main ke rumah lu, ya?”. Seru aja gitu, kalo ngobrol ama temen saya ini. Mulai dari gosipin temen di kampus masing-masing, ngomongin gebetan, atau cuman gitaran aja sambil nyanyi bareng. Satu lagu yang selalu wajib dinyanyiin bareng adalah Till death do us part – nya White Lion. Rock menye-menye tapi keren bener itu lagu.

Yang lucunya, temen saya ini, biar cowok tapi takut banget ama yang namanya anjing. Setiap mau main ke rumah, dia selalu tanya, “anjing tetangga lu, lagi di jalan gak?”. Nah, dia sengaja ke rumah naik sepeda, biar bisa cepet kabur kalo liat anjing katanya :)). Kebiasaan ini, lumayan berjalan lama, sampai akhirnya sempet berhenti di tahun-tahun akhir kuliah sampai awal-awal mulai masuk kerja.

Kita mulai intens main en ngobrol lagi, setelah sering pulang kantor bareng. Karena jarak kantor kita berdua gak terlalu jauh, biasanya kita suka ketemu secara gak sengaja di angkot arah pulang. Ya udah, kalo dah ketemu gitu, ngobrol ya kayak yang punya angkot aja, ribut !! :D. Kadang, kita juga janjian via YM, ketemu di daerah cawang. Apalagi kalo janji mau ditraktir makan, pasti saya bela-belain deh, maklum lah ya, banci gratisan. Aseli kalo sama teman saya ini, gak ada gengsi lagi dah, begitu juga dia. Bisa dibilang, kita berdua megang boroknya masing-masing deh, termasuk cerita soal pacar atau sekedar kisah kasih yang tak sampai. Kalo cela-celaan pas ketemu, dah gak peduli kalo beda kelamin.

Waktu akhirnya saya pacaran sama mas Dicky, saya sempet mempertemukan en ngenalin mereka berdua pas janjian makan bareng. Ternyata, yang cemburu malah mas Dicky, aheeeey, hihihi. Alesannya, dia gak suka obrolan kami yang cela-celaan. Padahal dulu sebelum jadian, saya selalu dicela-cela sama doi :|

Sejak saya bilang, saya mau nikah sama mas Dicky, sampai akhirnya menikah, en sampai sekarang, hubungan saya dan teman saya jadi ada jarak. Kita gak pernah lagi ngobrol di YM, becanda en cela-celaan lagi. Sesekali sih paling, tapi gak se-intens dulu. Saya suka sih mancing, kenapa sekarang somse bener. Yah, dia emang jawab juga, gak enak lah karena status saya. Tapi, sekalinya kita ngobrol di YM, masih suka ngobrolin yang lucu-lucu en dia juga cerita soal pacarnya.

Sampai akhirnya, hari Sabtu kemarin, dia WA saya, ngasi undangan pernikahan dia tanggal 1 Maret besok. Sebenernya, saya udah tau en pernah nanyain sih, saya tau dari Mama yang sempet ketemu sama Mamanya waktu belanja sayur. Dasar ya, emak-emak, pasti ada aja obrolan :D. Langsung donk saya YM, nanyain en dia minta doa biar acaranya lancar en dia sempet curhat kalo ribet juga nyiapin acara pernikahan. Akhirnya ya….

Saya seneng banget, akhirnya dia berhasil juga bakal melepas masa lajangnya setelah bertahun-tahun pacaran. Satu yang saya inget, waktu kita ngobrol di saat masih sama-sama single dulu. “Gi *panggilan temen2 sma*, kalo nanti sampe umur 35, kita sama-sama belum nikah. Gw nikahin elu aja ya”. Somplaaak, langsung aja saya bales “enak aja lu, gw jadi pelarian”. Otomatis donk ketawa bareng.

Well, begitulah, saking deketnya en masing-masing gak punya gengsi, kita bisa sampe kayak begitu. Yang jelas, saya gak sabar nunggu tanggal 1, penasaran sama calonnya. Emang somse deh, gak pernah mau ngenalin. Giliran tiap saya lari pagi di komplek lewat rumahnya, saya dibilangin sombong gak mau manggil.

Pokoknya, didoakan yang terbaik buat elu deh.. mudah-mudahan bahagia selalu yak…’

Sumpah, jadi kangen masa-masa itu.. Akhirnya, kita sama-sama nemuin jodoh yang bisa kita nyanyiin…

All through your life
I’ll be by your side
Till death do us part
I’ll be your friend
My love will never end
Till death do us part