13 Agustus 2011, gak berasa udah 5 tahun usia pernikahanku dan papah Dicky. Katanya sih istilah utk 5th wedding anniversary adalah Wood Anniversary, wow masih jauh prosesnya biar sampe ke Gold Anniversary ya. Masih sangat muda, ibaratnya anak-anak juga masih anak TK, yang masih piyik dan butuh bimbingan orangtua. Begitu juga kita berdua, di tahun ke 5 ini, masih banyak yang harus dipelajari untuk hidup berumahtangga, masih perlu banyak bimbingan.

Banyak orang bilang kalo 5 tahun pertama itu masa-masa kritis dan banyak cobaan, dan setelah melewati masa itu selanjutnya bakal bisa menghadapi cobaan dgn lebih ringan berdua. Emang sih, di masa-masa ini kita belajar banyak untuk menekan ego masing-masing dan belajar untuk ikhlas mengalah, juga untuk belajar percaya. Gak gampang, apalagi untuk aku sendiri yang biasa pengen semua sesuai mauku. Belajar berbagi, apakah itu perasaan, unek-unek, ato masalah, dan membiasakan untuk berkomunikasi daripada menyimpan semuanya sendiri.

Apalagi setelah ada Laras, kita juga mesti belajar berbagi ide dan pikiran untuk sama-sama mendidik Laras. Gak bisa pake cara mau-gw-gini-lo-mesti-ikutin, tapi harus bekerja sama menyatukan visi dan misi biar tujuannya tercapai.

Aku jadi ingat 5 tahun yang lalu, sebelum kita menikah, kita datang ke konseling keluarga Daarut Tauhid di cipaku. Tujuan kita waktu itu emang kepengen dapet wejangan terutama dari sisi agama dari orang yang lebih ahli. Pak Ustadz yang kita temui waktu itu ngasih usulan, gimana kalo aku dan si papah masing-masing menuliskan visi dan misi kita dalam berkeluarga kelak termasuk untuk anak di atas kertas, dan itu bisa lebih dari 1 halaman. Setelah ditulis, terus kita diskusikan berdua, kalo ada yang sama jadi nilai yang bagus, kalo berbeda mesti dibicarakan agar ketemu di satu titik. Suatu hari nanti kita bisa mengacu ke hasil diskusi itu, biar kita berdua tetap konsisten ke tujuan, dan pastinya tujuan kita adalah menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan selalu mendapat barokah dari Allah SWT, Aamiin.

Harapanku di Wood Anniversary ini, mudah-mudahan keluargaku tetap langgeng sampe kakek nenek sama seperti yang didoakan oleh teman-teman, dilimpahi rejeki yang barokah dan dikaruniai anak-anak yang sholeh/sholehah. Kami tetap mau belajar bukan untuk jadi pasangan yang sempurna, tapi untuk selalu melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing, menemukan jalan untuk setiap ketidakcocokan, selalu kuat dan setia jalan bersama dalam setiap masalah/cobaan, saling mengingatkan, dan jadi orangtua yang bijak ke anak-anak.

Trimakasih ya pah..trimakasih udah meminta mamah utk jadi pelengkap tulang rusuk papah yang hilang. Mudah2an kita berjodoh dunia akhirat. Aamiin.

Makasi juga buat temen-temen yang udah mengucapkan dan mendoakan kita. U’re the best, we ♥ u all gaiz.

Berhubung udah mulai pake kata-kata lebay, mending udahan daripada pada eneg semua :))

Posted with WordPress for BlackBerry.

    2 Responses

  • echie says...

    mama rini dan papa dicky selamat hari pernikahan yaa, semoga awet sampe maut misahin, tetep romantis dan selalu kompak. HAhahahahahah

  • R33n3e says...

    makasi echie sayang :*
    salam kompak selalu !!! :D

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.