Note : Idem dengan tulisan sebelumnya..tulisan ini jg tulisan yg sudah diposting tahun lalu..

Tulisan ini aku buat dalam rangka ulang tahun Laras yang ke 2, tanggal 16 Februari 2010 yang lalu. Di ulang tahunnya yang ke 2 ini, banyak syukur yang aku ucapkan..mendapatkan putri yang sehat, pintar, cantik dan lucu adalah anugerah yang tidak terkira. Alhamdulillah kuucapkan juga karena di ulang tahun yang ke 2 pula, Laras masih minum ASI. Sepele dan gampang kedengarannya, tp sangat sulit pada prakteknya. Aku sendiri gak sangka bisa sejauh ini bisa memberikan ASI buat Laras..dengan perjuangan yang begitu banyak tantanganya.

Ah apa seh istimewanya seh ?

Buat apa seh capek2 ngasih ASI ?

Emang ASI mu cukup buat anak?

Kalau nanti sudah masuk kantor, kamu gak akan bisa kasih ASI terus deh..

Nyusuin itu sakit lho..

Ngapain seh rajin banget mompa ASI di kantor ?

Anaknya kan dah gede, kok masih nenen aja seh?

Kok gak dikasih susu formula aja ?

Susu formula A, B, C kan lebih bagus daripada ASI..

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang sering aku *dan ibu2 menyusui lainnya* dapatkan pada saat kami ngotot untuk terus memberikan ASI buat anak2. Memang, pada saat aku hamil..aku sendiri belum mengerti ilmu soal itu dan selalu berpikir..”oke..abis lahiran, kasih ASI..kalo gak bisa, ya kasih sufor aja”. Semudah itulah, sampai suatu ketika aku sharing dengan temen sesama ibu hamil soal perASIan. Juga berkat hobi blogwalking-ku, aku sampai ke blog tmn kuliah yg saat itu jg sedang hamil, dia sering menulis bagaimana persiapan beliau ingin memberikan ASI eksklusif buat anaknya. Dari blognya juga, aku menemukan milis Asiforbaby, milis yg berisi kumpulan ibu2 yang aware ttg pentingnya ASI buat bayi dan balita. Sejak saat itulah mataku melek soal ASI dan makin besar niatku untuk memberikan ASIX buat Laras selama 6 bulan, dan meneruskannya sampai 2 tahun.

Kenapa seh aku mau memberikan ASI buat Laras, dari ilmu yang aku dapatkan dari hobi baca2 tersebut, ternyata kandungan yang terdapat di dalam ASI itu, Subhanallah..begitu bermanfaatnya buat bayi kita. Tidak ada satupun susu formula di dunia ini yang bisa menandingi kehebatan ASI. Di dalam Islam pun, telah dianjurkan dan tertulis di Al-Quran untuk menyusui bayi selama 2 tahun penuh..hal ini yang membuat aku makin yakin tentang ASI.

Lalu apakah aku pernah ragu atau menemui kesulitan pada saat mempraktekkan teori2 yang aku dapatkan. Pastinya !!! Tidaklah mudah menerapkan semua teori2 tersebut. Sejak hamil, semua teori dan ilmu yang aku dapatkan tidak aku telan sendiri. Aku berbagi dan berdiskusi dengan teman, lingkungan, keluarga dan suami tentang niatku tersebut.

Sharing dengan suami adalah yang lebih penting menurutku, karena suami yang akan mendampingi kita dalam membesarkan dan merawat setelah anak kita lahir. Waktu itu, setiap artikel2 tentang ASI, aku forward atau print dan berikan kepada suami, kemudian kita akan obrolin bareng2. Alhamdulillah, suamiku org yang sangat terbuka dan mendukung apapun yang aku lakukan. Itulah yang jadi modalku saat ada pertentangan dengan keluarga atau orang tua, suami pun ikut menjelaskan dan memberikan pengertian kepada mereka.

Setelah Laras lahir, barulah terasa betapa tidak mudahnya menyusui, semua ibu baru pasti merasakan itu. Mulai dari bingung cara menyusui, gelisah kenapa air susu belum keluar juga, puting lecet, bayi yang menangis terus seakan gak kenyang2, direcokin semua orang, atau godaan menggunakan sufor. ASIku sendiri baru keluar di hari ke-2 setelah melahirkan, dan itu bikin aku panik juga. Terus terang Laras pun pernah kena sufor, waktu itu karena di hari ke 2, aku demam tinggi dan diare parah.

Tiap waktu aku dan Laras sama2 belajar bagaimana cara menyusui yang benar, kita ber-2 makin pintar. Suami pun juga belajar, gimana jadi breastfeeding father yang baik. Mulai dari ciri2 Laras lapar pengen menyusu, bagaimana cara memijat dan mengompres payudaraku *bukan bermaksud porno, tp treatment dari suami, bener2 manjur utk menangani payudara bengkak/lecet lho :p*, membantu menyendawakan Laras tiap abis menyusu, membantu merubah posisiku atau Laras biar enak saat menyusu, menemani begadang, bahkan membantu memompa ASI saat aku udah capek..dia yang memegangi pompanya dan pasang tampang harap2 cemas, mengharap ASI yang keluar banyak *terharu juga kl inget saat2 itu*.

Bukan berarti kami ber-2 gak tergoda untuk menggunakan sufor, suamiku suka membujuk supaya Laras minum susu pake dot aja tiap aku mengeluh atau terlihat capek. Kadang aku juga suka tergoda, tapi kembali ke niat awal, kami ingin Laras ASIX 6 bulan, itu tujuan jangka pendek kami. Alhamdulillah tujuan itu tercapai, agak terbantukan juga dengan keputusanku untuk mengambil cuti di luar tanggungan selama 3 bulan yang disetujui juga oleh bosku.

Tapi bukan berarti aku tidak menyiapkan Laras untuk aku tinggal ngantor lagi, selama cuti itu, aku rajin mompa ASI dan menyimpannya di freezer, saat itu aku bisa mengumpulkan 30 botol kaca @100-120ml. Aku juga mengajarkan Laras minum ASIP dengan sendok atau dari softfeeder, dan hal itu juga bukanlah hal mudah. Aku memutuskan tidak memakai botol dot untuk Laras karena aku tidak berani ngambil resiko Laras kena bingung puting yang akhirnya dia akan gak mau lagi menyusu langsung karena sudah keenakan nge-dot.

Pada saat habis masa cutiku dan harus kembali ke kantor kesulitan lain muncul, masa kejar tayang/kejar2an stock ASIP, merasakan malasnya mompa, belum lagi kalo sibuk dengan kerjaan jd frekuensi memompa berkurang, atau jumlah ASIP yang menyusut pernah aku alami. Alhamdulillah..sekali lagi aku punya orang2 disekitar yang sangat support memberikan dan mengembalikan semangatku. Di kantor, aku dan juga teman2 sesama ibu menyusui memompa di toilet, di kantor tidak ada ruangan khusus untuk memompa. Untung toiletnya toilet kering, dan aku biasanya bersih2 dulu sebelum mompa.

Masa setahun menyusui dilewati dengan baik, masa MPASI juga aku coba jalankan dengan menerapkan MPASI homemade yang pasti bersih dan sehat. Laras umur setahun, aku coba memberikan susu UHT tapi ternyata Laras gak suka. Ya sudahlah, aku stop UHTnya dah tetap memberikan ASInya walaupun kadang kembali mesti kejar tayang. Umur 15 bulan akhirnya aku coba lagi kasih susu UHT, kali ini caranya coba dicampur dengan ASIP, dimulai dengan perbandingan susu UHTnya lebih sedikit dari ASIP, 50:50, sampai akhirnya Laras mau full UHT. Akhirnya sejak itu, saat siang hari bila aku ngantor, Laras di rumah minum UHT dan ASIP selang-seling.

Rutinitas mompa ASI di kantor mulai aku kurangi, dari pertama kali 3-4 kali sehari, mulai dikurangi jadi 2 kali sehari dan akhirnya cuma sekali sehari. Di usia Laras yang ke 22 bulan tepat di bulan Desember, sebelum liburan akhir tahun, aku juga mengakhiri kegiatan mompa-memompa di kantor. Laras di rumah hanya minum susu UHT saja, dan tetap nenen di malam hari dan pada saat aku libur. Hingga tiba saatnya Laras ulang tahun ke 2, lulus lah Laras S3 ASI dengan hasil yang memuaskan. Perjuangan selama 2 tahun telah terbayar, Laras kini jadi anak yang sehat walaupun langsing badannya, tapi Laras anak yang cukup aktif dan pintar. Laras jarang sekali sakit, jarang demam *2 tahun ini baru 3x demam*, hanya penyakit umum seperti batpil yang kadang suka menyerang, itupun sembuh sendiri tanpa obat-obatan apapun apalagi antibiotik. Kalau Laras mulai gak enak badan, biasanya ASInya langsung aku genjot, dan hasilnay Laras cepet baik kembali.

Sampai saat ini, Laras masih suka minta menyusu walaupun ASInya sudah mulai berkurang :D. Tapi mungkin Laras cuma pengen manja-manjaan sama mamanya. Aku tidak keberatan, karena kegiatan ini yang akan aku rindukan saat nanti Laras dewasa. Aku selalu kasih pengertian bahwa Laras sekarang sudah besar, udah gak nenen lagi, nenen itu cuman buat adek bayi. Kalau udah dikasih tau begitu pasti Laras langsung senyum2 malu ;)). Tujuanku ke depan, Laras bisa menyapih dirinya sendiri kalau dia sudah siap, begitupun aku. Menyapih dengan cinta, tanpa paksaan, tanpa cara2 kejam seperti mencekokinya dengan yg pahit2..Amin. Mudah2an tujuan kami yang ini juga tercapai dengan lancar dan sukses :).

Begitulah pengalamanku menyusui Laras selama 2 tahun ini, bukan berarti ibu yang tidak menyusui anaknya tidak sayang kepada anaknya. Tapi harapanku, semakin banyak ibu2 yang sadar dan berkemauan keras untuk menyusui anak2nya demi masa depan anak2 sendiri. Begitu banyak keuntungan dari menyusui baik dari sisi kesehatan si anak maupun si ibu sendiri. Dari sisi ekonomi pun, kita bisa berhemat banyak karena tidak perlu membeli sufor dan peralatannya. Dan dengan modal ASI, anak kita bisa sehat terus sehingga kita tidak perlu sering ke dokter karena si anak sakit. Itupun kita mesti cari ilmu tentang menangani anak sakit dan ilmu RUM. Bukan berarti kita orang tua yang pelit atau tidak mampu, tapi percayalah bahwa diatas semua itu ASI is the Best !!! :D

Salam ASI !!!

-Rini mamanya Laras-

    One Response

  • R33n3e says...

    test

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.