Sekolah Laras tahun ini punya program Berlian, singkatan dari Bersama Elly Risman Live in AlMarjan. Sebuah program yang bertujuan untuk sharing ilmu Parenting ke orangtua, baik wali murid AlMarjan ataupun umum. Acara Berlian ini diadakan di Ahad pertama setiap bulan, ba’da Subuh. Peserta dianjurkan sholat Subuh berjamaah dulu, bareng ibu Elly juga tentunya. Asiknya lagi, acara ini free alias gretong.

Karena gretong, saya seneng en semangat banget buat ikutan. Biar kata udah beberapa kali ikut seminar parenting yang diisi sama bu Elly, karena fee-nya lumayan, biasanya ikut sendirian aja. Hasilnya baru di-share ke mas Dicky. Kali ini, saya ajak mas Dicky juga buat sama-sama belajar. Alhamdulillah, beliau mau, next Berlian, mau nyoba ajak Mama juga, ah.

Berlian perdana diadakan tanggal 11 Januari kemarin, kebayang donk udah berapa lama draftnya ngendon, hihihi. Ternyata pesertanya lumayan juga, yang non AlMarjan juga banyak. Cuman, waktunya aja kemarin kelamaan karena ada formalitas pembukaan acara dari walkot Bekasi dan dari yayasan.

Untuk tema perdananya adalah tentang “Membangun komunikasi baik, benar, dan menyenangkan dalam pengasuhan anak”.

Ini jleb banget buat kami, apalagi saya. Ngaku banget deh, masih sering salah cara saya berkomunikasi ke Laras, dan itu gak dipikirin efek kedepannya, huhuhu. Sumbu sabar saya emang pendek banget, mesti banyak belajar menahan diri.

Biar gak lupa sama apa yang udah disampaikan bu Elly, saya coba posting aja poin-poinnya di sini.

Jadi, yang namanya kekerasan terhadap anak itu, gak cuman fisik aja, yang lebih parah adalah kekerasan verbal dan emotional. Ini bisa termasuk cara orangtua yang suka bentak-bentak, nyinyir ke anak, nyepelein dan sebagainya. Efeknya nanti adalah anak bakal suka iri dan akan melakukan hal yang sama ke orang lain.

Orangtua seringkali  banyak keliru dalam berkomunikasi dengan anak, antara lain :

  • Bicara buru-buru. Nah, ini bener banget, apalagi kalau pagi hari. Kemrungsung mesti nyiapin anak berangkat sekolah dan persiapan kita sendiri yang harus bekerja.
  • Tidak kenal diri sendiri
  • Lupa : masing-masing anak itu unik. Banyak orangtua yang suka bandingin anak dengan sibling-nya atau dengan temannya.
  • Perbedaan : needs & wants. Banyak hal yang tidak sempat dan terabaikan.
  • Tidak baca bahasa tubuh. Ini juga sering dilakukan oleh orangtua. Misalnya anak udah pasang muka bete atau sedih, habis disetrap di kelas karena lupa bawa PR, ortu langsung menyalahkan, dan bilang “makanya…” atau “tuh, kaaan”
  • Tidak dengar perasaan.
  • Kurang mendengar aktif
  • Menggunakan 12 gaya populer : memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, mencap, mengancam, menasehati, membohongi, menghibur, mengkritik, menyindir, menganalisa

Sedih deh rasanya, ternyata semua poin di atas itu yang sering banget saya lakukan ke Laras. Bisa jadi karena saya gak tau, tapi gak jarang juga saya sengaja. Mungkin orangtua yang lain juga ngerasa kayak gitu.

Tapi, ibu Elly memberikan kiat-kiat kalau kita mau memperbaiki cara berkomunikasi dengan anak. Dibutuhin niat, tekad, usaha, kerja keras untuk itu, juga diiringi doa. Sumbu kesabaran mesti dipanjangin sendiri dan itu juga bisa dipelajari caranya.

Kiat untuk meningkatkan komunikasi

  • Berubah. Ada kemauan dari kita untuk berubah jadi orangtua yang lebih baik
  • Kerjasama dengan pasangan.

Adapun langkah-langkahnya adalah :

  1. Baca bahasa tubuh anak.
  2. Dengar perasaan, tebak perasaannya. Marah, laper, capek.
  3. Mendengar aktif.
  4. Jadi cermin.
  5. Hindari 12 gaya populer.
  6. Sampaikan pesan saya. Mama marah … kalau kamu … karena …

Sepertinya gampang ya? Waktu dipraktekin sih, gampang-gampang susah. Tapi, saya dan mas Dicky harus belajar dan bisa berkomunikasi dengan Laras menggunakan cara yang baik dan menyenangkan. Sesuai dengan ajaran bu Elly juga, “bila hati senang, otak menyerap lebih banyak”. Semoga bisa, ya…

Untuk Berlian bulan Februari, bakal diadain tanggal 1, dengan tema “cara berkomunikasi dengan remaja”. Kurang lebih itu temanya. Bahasannya juga menarik, nih. Secara Laras bakal jadi anak remaja juga nantinya. Kebetulan juga punya keponakan yang udah abegeh, jadi perlu banget buat ikutan.

Inshaa Allah, hasil belajarnya bakal di posting juga di sini.

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.