Selain lelarian dan nyanyi-nyanyi cantik, salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk mengisi waktu me time adalah nonton film. Karena nonton film di bioskop udah jadi hal yang jarang dilakukan *maklum, ya, ebes-ebes*, nonton filmnya cukup di tv atau versi download-annya.

Alhamdulillah masih dikasih rejeki buat langganan tv berbayar. Mau nonton film box office atau serial, tinggal pilih aja. Tapi, gak semua film serial itu saya tonton dan ikutin. Ntar bisa-bisa jadi istri dan ibu durhaka, kalau seharian nonton tv doank, gak ngurusin anak dan suami.

Saya suka sekali nonton film yang menegangkan seperti action atau thriller. Saya juga suka film dengan genre drama atau romantis, tapi tergantung isi ceritanya. Saya bisa tertidur kalau ceritanya terlalu bosenin. Film komedi juga saya tonton kalau lagi gak pengen mikir yang berat-berat. Kalau lagi galau melow, nonton film sedih yang menguras airmata bisa bikin dada sedikit lega.

Cerita-cerita misteri konspirasi, berantem, perang, pembunuhan, serial detektif, dan horor minimalis adalah favorit saya. Kalau nonton film dengan genre itu, rasanya adrenalin naik dan bikin penasaran, jadi pengen tahu endingnya.

Film yang isinya penuh kesadisan dan berdarah-darah lebih menarik untuk ditonton daripada film sci-fi. Kadang suka heran sendiri, kok saya bisa nonton film kayak gitu, sambil makan pulak. Jadi curiga, jangan-jangan rada psikopat :))


Baca selanjutnya »

Sebagai orang yang hobi nonton film serial CSI, Criminal Minds, NCIS, Bones, Castle dan serial lain yang temanya detektif/polisi/agent federal, saya agak familiar dengan adegan identifikasi jenazah. Di film kayak gitu, selalu ada adegan ME (Medical Examiner) memeriksa korban yang meninggal, dengan mengotopsi untuk menentukan penyebab kematiannya.

Biasanya kalo di film, ME bakal ngasi informasi ke polisi selain soal penyebab kematian, juga ciri-ciri fisik unik, kayak ada tato, bekas luka, bentuk gigi dll. Nanti informasi itu akan dipakai polisi untuk mencocokkan dengan data orang hilang, kalau memang gak ada tanda pengenal sewaktu korban ditemukan. Orang Amrik bilang, mereka ini disebut “John/Jane Doe”. Polisi juga bisa kroscek dengan informasi yang dikasih sama keluarganya.

Sama juga dengan cara kerja mengidentifikasi korban kecelakaan. Kayak kasus kecelakaan pesawat Air Asia akhir tahun lalu, yang jadi berita besar di media. Setelah pesawat dinyatakan hilang, polisi langsung minta data antemortem dari keluarga seluruh penumpang. Data-data itu digunakan untuk membantu pengidentifikasian korban, dan dicocokkan dengan data postmortemnya.


Baca selanjutnya »

gambar di ambil dari sini

Ada yang ngikutin serial CSI kah? Aku termasuk yang ngikutin serial itu, walaupun sekarang dah jarang sekali nonton. Kalau dulu setiap rabu malam pasti nonton CSI Vegas, selasa malam CSI New York nya. Tapi berhubung sekarang rebutan tipi ama Laras dan selalu kalah, jadi nonton CSI nya dah gak serajin dulu lagi. Dan itu berlaku juga untuk acara yang lain, sekarang yang berkuasa adalah channel Playhouse, Disney atau Cbeebes. Tiap kita ganti ke channel lain pasti ada yang teriak “gak mau iniiiii…film Lalas ajaaa..film anak-anak” *tepokjidat*.

Back to CSI, serial film ini lumayan bagus dan booming. Kalau yang suka cerita tentang penyelidikan, pembunuhan, polisi-polisi atau yang generasi jadul dulu ngikutin serial Hunter, Remington Steele dsb, pasti suka deh. CSI bercerita tentang penyidik/investigator tapi bukan detektif macam si Hunter, team ini lebih ke penyidik forensik. Jadi mereka yang mengumpulkan barang bukti, menyelidiki satu-persatu, mencari sidik jari, menjalankan tes DNA dll. Berarti lebih di belakang layar dan setiap hasil penyelidikan akan menghasilkan bukti yang membantu detektif/polisi untuk menangkap si pelaku kejahatan.

Untuk serial CSI ini sendiri sudah menjadi franchise, yang tadinya pertama kali hanya muncul versi CSI yang berasal dari Las Vegas, kemudian ada versi CSI Miami dan New York. Kalau aku cuman ngikutin versi Vegas dan New York. Aku gak suka yang versi Miami, selain kasusnya suka lebay, si supervisor yang namanya Horatio juga sama lebaynya. Gambarnya juga lebih gak enak dilihat, warnanya merah gimana gitu, kalau yang ngikutin pasti tau deh yang aku maksud. Favorit seh tetap yang versi Vegas, ceritanya lebih asik bahkan suka ada kasus yang bersambung.

Eniwei buswaaay, ternyata CSI ini ada versi exhibitionnya dan sejak Desember 2010 kemarin ada di MOI kelapa gading. Kita bisa main jadi anggota team CSI kayak di film aslinya. Wah sebagai fansnya CSI terutama Gil Grissom, aku dan hubby tertarik banget nih utk ikut main. Setelah denger iklan di radio tentang harga HTMnya jd ragu juga secara mahal bok, wikdeis 100rb dan wiken 150rb. Sebagai emak irit binti pelit, langsung berasa sayang aja ngeluarin duit segitu apalagi buat berdua. Jadi radar banci kuis pun kita aktifkan, dan memang kebetulan juga di radio UFM diadakan kuis berhadiah tiket HTM main CSI utk 2 orang pula. Rajin lah kita, aku dan hubby ikut live kuisnya tiap hari, tp emang belum beruntung..kita kalah terus. Eh tapi jangan sedih, bukan banci kuis namanya kalau menyerah gitu aja. Di twitter ternyata ada juga kuis dari UFM, cuman follow doank dan kalau menang dapet 2 tiket juga. Alhamdulillah banget, akhirnya Allah SWT mengabulkan doa kami, dan terpilihlah aku jadi pemenangnya *lebay*.

Akhirnya wiken kemarin, aku dan hubby baru sempet untuk njajal main CSI. Sebenernya bulan lalu dah janjian ama kru UFM dan pemenang yang lain utk main bareng, tapi berhubung ada masalah teknis, Laras gak mau ditinggal di MoiLand dan udah kelaparan, jadi gatot.

Sampai di tempat permainan CSI, kita lapor ke bagian tiket krn kita dah punya undangannya. Setelah itu kita dibuatkan Agent ID, di booth awal, kita juga diberi alat tulis dan form penyidikan. Sebelumnya kita disuruh milih kasus dulu, kasus 1 itu kalau gak salah mobil yang nabrak rumah, kasus 2 pembunuhan seorang wanita, kasus 3 ditemukannya rangka tulang belulang. Aku dan hubby milih kasus 2 karena sepertinya lebih menantang dan seru.

Setelah memilih kasus kita masuk ke ruang briefing, yg ceritanya di brief oleh supervisor team siapa lagi kalau bukan Gil Grissom, nantinya kita jg diharuskan lapor ke dia setelah penyidikan selesai. Briefing selesai, kita masuk ke area TKP. Kalau di film, penyidik bawa kamera untuk mengambil foto semua bukti, kita cuman disuruh mengamati TKP dan menuliskannya di form dan diminta sedetail mungkin, karena dari setiap detail akan merujuk pada bukti..ceileee seru kan :D. Abis itu, kita masuk ke ruangan yang ada foto2nya, dan mencocokkan dengan yg tadi kita tulis, jadi kita bisa melengkapi yg ketinggalan.

Di kasus 2 ini, salah satu buktinya adalah ditemukannya ponsel si korban yang bernama Penny Golden. Naahh, di filmnya kan team CSI tuh hi-tek banget, peralatan semua canggih, mulai dari teknologi audio visual sampai lab crime-nya *jadi penasaran ama tim forensik sini nih*, tugas kita adalah melakukan penyelidikan terhadap ponsel si Penny ini, kpn terakhir telp, apa isi sms terakhir dll gitu deh. Abis nyelidikin HP, trs kita lanjut ke penyidikan sidik jari, dan bukti lainnya, dan pastinya tes DNA. Terakhir adalah otopsi korban, dari situ kita tau apa seh penyebab kematian sesungguhnya si korban dari sisi medis. Setelah semua bukti terkumpul kita bikin report dan lapor ke Gil Grissom. Sayang kita gak mengabadikan di kamera, di samping ga sempet, mungkin juga ga dibolehin.

Buat aku dan hubby, permainan CSI mayan asik walopun agak melenceng dari yang kita bayangkan. Di bilang seru ya gak terlalu, tp mayan lah buat sok2an ngerasain kayak yg kita liat di film. Di dalam bayangan, kita bener2 dihadapkan pada teka-teki dan puzzle yg mesti kita pecahkan. Tapi, kalau misal banyak teka-tekinya kapan selese ya maennya ;)). Untung juga seh gretongan :D. Over all, kesan kita cukup senang lah bermain CSI ini, tp kalau disuruh bayar mikir2 deh hehehe.

Untuk informasi jadwal eksibisinya diperpanjang sampai 15 Mei 2011, kemarin sempet nanya ke petugasnya. Tadinya cuman sampe 31 Maret 2011, tp berhubung dapat ijin lisencenya jadi diperpanjang. Oiya, untuk tiketnya kemarin sempet liat kalau ada diskon 20% deh.

Setiap kita selese main, kita juga dapet diploma dari Gil Grissom lhooo..ini penampakannya *narsis*