Kalau ada yang bisa bikin saya sedih dan sakit hati biarpun gak sakit gigi, adalah saat ada orang yang dengan tega mengkhianati kepercayaan saya.

Orang yang terlihat baik hati dan bisa bikin orang lain nyaman bersosialisasi dengannya, ternyata eh ternyata.. Kayak ditusuk dari belakang rasanya :(

Gak percaya tapi nyata. Jadi rasanya gak akan lagi sama.

Mungkin suatu hari nanti saya bisa memaafkan tapi mungkin juga gak akan bisa melupakan. Semacam “forgiven not forgotten” gitu.

Mengutip kata dari seorang teman, hati sudah terlanjur lecet berbekas, gak bisa mulus lagi kayak dulu.

Scar won’t heal, babe..

Ah, iman saya memang masih setebal kulit lumpia semarang.. Gampang sobek.

Jadi kebayang makan lumpia semarang, pake ingus :))

Dengerin lagu the Corrs aja, deh..

Selain lelarian dan nyanyi-nyanyi cantik, salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk mengisi waktu me time adalah nonton film. Karena nonton film di bioskop udah jadi hal yang jarang dilakukan *maklum, ya, ebes-ebes*, nonton filmnya cukup di tv atau versi download-annya.

Alhamdulillah masih dikasih rejeki buat langganan tv berbayar. Mau nonton film box office atau serial, tinggal pilih aja. Tapi, gak semua film serial itu saya tonton dan ikutin. Ntar bisa-bisa jadi istri dan ibu durhaka, kalau seharian nonton tv doank, gak ngurusin anak dan suami.

Saya suka sekali nonton film yang menegangkan seperti action atau thriller. Saya juga suka film dengan genre drama atau romantis, tapi tergantung isi ceritanya. Saya bisa tertidur kalau ceritanya terlalu bosenin. Film komedi juga saya tonton kalau lagi gak pengen mikir yang berat-berat. Kalau lagi galau melow, nonton film sedih yang menguras airmata bisa bikin dada sedikit lega.

Cerita-cerita misteri konspirasi, berantem, perang, pembunuhan, serial detektif, dan horor minimalis adalah favorit saya. Kalau nonton film dengan genre itu, rasanya adrenalin naik dan bikin penasaran, jadi pengen tahu endingnya.

Film yang isinya penuh kesadisan dan berdarah-darah lebih menarik untuk ditonton daripada film sci-fi. Kadang suka heran sendiri, kok saya bisa nonton film kayak gitu, sambil makan pulak. Jadi curiga, jangan-jangan rada psikopat :))


Baca selanjutnya »

image

Biasanya waktu hujan identik sama suasana gloomy & romantis. Kalo buat saya..

Hujan = bakso pedes, mie instan cabe rawit atau pisang goreng + teh manis anget/wedang jahe

Gak heran ye, kalo body jadi ginuk-ginuk gini.

Pas hujan turun juga waktu yang tepat buat tiduran pake selimut, sambil baca buku, atau nonton tivi, dengerin lagu menye-menye. Asiknya lagi kalau sambil uyel-uyelan sama anak dan bapaknya *ihiiiiy*.

Kemudian sayup-sayup terdengar suara Indah, Lita & Uwi.. “Wahai ukhti, saat hujan adalah waktu yang mustajab untuk banyak berdoa” hihihi


Baca selanjutnya »

Sebagai orang yang hobi nonton film serial CSI, Criminal Minds, NCIS, Bones, Castle dan serial lain yang temanya detektif/polisi/agent federal, saya agak familiar dengan adegan identifikasi jenazah. Di film kayak gitu, selalu ada adegan ME (Medical Examiner) memeriksa korban yang meninggal, dengan mengotopsi untuk menentukan penyebab kematiannya.

Biasanya kalo di film, ME bakal ngasi informasi ke polisi selain soal penyebab kematian, juga ciri-ciri fisik unik, kayak ada tato, bekas luka, bentuk gigi dll. Nanti informasi itu akan dipakai polisi untuk mencocokkan dengan data orang hilang, kalau memang gak ada tanda pengenal sewaktu korban ditemukan. Orang Amrik bilang, mereka ini disebut “John/Jane Doe”. Polisi juga bisa kroscek dengan informasi yang dikasih sama keluarganya.

Sama juga dengan cara kerja mengidentifikasi korban kecelakaan. Kayak kasus kecelakaan pesawat Air Asia akhir tahun lalu, yang jadi berita besar di media. Setelah pesawat dinyatakan hilang, polisi langsung minta data antemortem dari keluarga seluruh penumpang. Data-data itu digunakan untuk membantu pengidentifikasian korban, dan dicocokkan dengan data postmortemnya.


Baca selanjutnya »

Saya hobi nyanyi. Terus ada yang tanya, “emang suara situ merdu?”

“Oh, jelas merdu lah! Menurut gw”

Dengan hobi itu, saya selalu gak bisa nolak kalau diajak temen-temen buat karaokean. Mau merdu atau fals, yang penting bisa nyanyi, kalau bisa pake teriak-teriak. Gayanya juga udah pasti ala mbak agnezmo. Bedanya, kalau dia pas nada tinggi bisa dicapai dengan smooth, kalo saya sukses tercekik sampai suara habis.

Serunya karaokean dengan temen-temen, adalah pas adu nilai. Gak disengaja sih, tapi begitu dapat nilai di atas 95, langsung sorak sorai gembira. Kalau saya yang dapat nilai gede begitu, bisa sedikit jumawa lah. Padahal yang dengerin, mungkin udah pada sakit telinga.

Belakangan saya jarang karaokean lagi, apalagi bareng temen-temen. Alasan utama adalah susah nemu waktu yang cocok karena masing-masing punya kesibukan dan keterbatasan waktu. Terutama sama genk d’sintingerz. Karaokean bareng mereka itu, udah yang paling gilak.


Baca selanjutnya »

Di postingan yang ini, udah jelas banget kalau saya biasa dan sering naik angkutan umum sebagai alat transportasi. Kalau sebelumnya saya cerita soal ojek, kali ini saya akan cerita soal alat transportasi favorit saya yang lain, yaitu omprengan.

Omprengan banyak ditemui di kota-kota satelit kayak Bekasi, Bogor dsk, digunakan sebagai alat transportasi menuju dan dari Jakarta. Banyak orang, kayak saya ini yang tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta, butuh sarana transportasi yang aman dan nyaman karena jarak cukup jauh.

Omprengan sendiri sebenarnya bukan angkutan umum resmi. Bisa dibilang omprengan itu sama dengan taksi gelap, angkutan umum berplat hitam. Cuman kalau omprengan bisa mengangkut banyak orang aja.

Di dekat rumah ada pangkalan omprengan, posisinya strategis banget karena dekat dengan pintu tol Jatibening arah Jakarta. Omprengan pada ngetem setiap pagi di hari kerja, mulai jam ½ 6 sampai kira-kira jam 9an pagi. Kalau di pangkalan Jatibening, kita bisa pilih omprengan berdasarkan trayeknya. Ada yang ke kawasan Kuningan, Thamrin dan Blok M.

Jenis mobil yang kita akan tumpangi juga bisa dipilih, kebanyakan merk mobil adalah tipe mobil keluarga. Sebenarnya ada sistem FIFO diantara para supirnya, tapi kalau emang kita gak buru-buru, bisa pilih mobil yang paling nyaman menurut kita.


Baca selanjutnya »