gambar di ambil dari sini

Ada yang ngikutin serial CSI kah? Aku termasuk yang ngikutin serial itu, walaupun sekarang dah jarang sekali nonton. Kalau dulu setiap rabu malam pasti nonton CSI Vegas, selasa malam CSI New York nya. Tapi berhubung sekarang rebutan tipi ama Laras dan selalu kalah, jadi nonton CSI nya dah gak serajin dulu lagi. Dan itu berlaku juga untuk acara yang lain, sekarang yang berkuasa adalah channel Playhouse, Disney atau Cbeebes. Tiap kita ganti ke channel lain pasti ada yang teriak “gak mau iniiiii…film Lalas ajaaa..film anak-anak” *tepokjidat*.

Back to CSI, serial film ini lumayan bagus dan booming. Kalau yang suka cerita tentang penyelidikan, pembunuhan, polisi-polisi atau yang generasi jadul dulu ngikutin serial Hunter, Remington Steele dsb, pasti suka deh. CSI bercerita tentang penyidik/investigator tapi bukan detektif macam si Hunter, team ini lebih ke penyidik forensik. Jadi mereka yang mengumpulkan barang bukti, menyelidiki satu-persatu, mencari sidik jari, menjalankan tes DNA dll. Berarti lebih di belakang layar dan setiap hasil penyelidikan akan menghasilkan bukti yang membantu detektif/polisi untuk menangkap si pelaku kejahatan.

Untuk serial CSI ini sendiri sudah menjadi franchise, yang tadinya pertama kali hanya muncul versi CSI yang berasal dari Las Vegas, kemudian ada versi CSI Miami dan New York. Kalau aku cuman ngikutin versi Vegas dan New York. Aku gak suka yang versi Miami, selain kasusnya suka lebay, si supervisor yang namanya Horatio juga sama lebaynya. Gambarnya juga lebih gak enak dilihat, warnanya merah gimana gitu, kalau yang ngikutin pasti tau deh yang aku maksud. Favorit seh tetap yang versi Vegas, ceritanya lebih asik bahkan suka ada kasus yang bersambung.

Eniwei buswaaay, ternyata CSI ini ada versi exhibitionnya dan sejak Desember 2010 kemarin ada di MOI kelapa gading. Kita bisa main jadi anggota team CSI kayak di film aslinya. Wah sebagai fansnya CSI terutama Gil Grissom, aku dan hubby tertarik banget nih utk ikut main. Setelah denger iklan di radio tentang harga HTMnya jd ragu juga secara mahal bok, wikdeis 100rb dan wiken 150rb. Sebagai emak irit binti pelit, langsung berasa sayang aja ngeluarin duit segitu apalagi buat berdua. Jadi radar banci kuis pun kita aktifkan, dan memang kebetulan juga di radio UFM diadakan kuis berhadiah tiket HTM main CSI utk 2 orang pula. Rajin lah kita, aku dan hubby ikut live kuisnya tiap hari, tp emang belum beruntung..kita kalah terus. Eh tapi jangan sedih, bukan banci kuis namanya kalau menyerah gitu aja. Di twitter ternyata ada juga kuis dari UFM, cuman follow doank dan kalau menang dapet 2 tiket juga. Alhamdulillah banget, akhirnya Allah SWT mengabulkan doa kami, dan terpilihlah aku jadi pemenangnya *lebay*.

Akhirnya wiken kemarin, aku dan hubby baru sempet untuk njajal main CSI. Sebenernya bulan lalu dah janjian ama kru UFM dan pemenang yang lain utk main bareng, tapi berhubung ada masalah teknis, Laras gak mau ditinggal di MoiLand dan udah kelaparan, jadi gatot.

Sampai di tempat permainan CSI, kita lapor ke bagian tiket krn kita dah punya undangannya. Setelah itu kita dibuatkan Agent ID, di booth awal, kita juga diberi alat tulis dan form penyidikan. Sebelumnya kita disuruh milih kasus dulu, kasus 1 itu kalau gak salah mobil yang nabrak rumah, kasus 2 pembunuhan seorang wanita, kasus 3 ditemukannya rangka tulang belulang. Aku dan hubby milih kasus 2 karena sepertinya lebih menantang dan seru.

Setelah memilih kasus kita masuk ke ruang briefing, yg ceritanya di brief oleh supervisor team siapa lagi kalau bukan Gil Grissom, nantinya kita jg diharuskan lapor ke dia setelah penyidikan selesai. Briefing selesai, kita masuk ke area TKP. Kalau di film, penyidik bawa kamera untuk mengambil foto semua bukti, kita cuman disuruh mengamati TKP dan menuliskannya di form dan diminta sedetail mungkin, karena dari setiap detail akan merujuk pada bukti..ceileee seru kan :D. Abis itu, kita masuk ke ruangan yang ada foto2nya, dan mencocokkan dengan yg tadi kita tulis, jadi kita bisa melengkapi yg ketinggalan.

Di kasus 2 ini, salah satu buktinya adalah ditemukannya ponsel si korban yang bernama Penny Golden. Naahh, di filmnya kan team CSI tuh hi-tek banget, peralatan semua canggih, mulai dari teknologi audio visual sampai lab crime-nya *jadi penasaran ama tim forensik sini nih*, tugas kita adalah melakukan penyelidikan terhadap ponsel si Penny ini, kpn terakhir telp, apa isi sms terakhir dll gitu deh. Abis nyelidikin HP, trs kita lanjut ke penyidikan sidik jari, dan bukti lainnya, dan pastinya tes DNA. Terakhir adalah otopsi korban, dari situ kita tau apa seh penyebab kematian sesungguhnya si korban dari sisi medis. Setelah semua bukti terkumpul kita bikin report dan lapor ke Gil Grissom. Sayang kita gak mengabadikan di kamera, di samping ga sempet, mungkin juga ga dibolehin.

Buat aku dan hubby, permainan CSI mayan asik walopun agak melenceng dari yang kita bayangkan. Di bilang seru ya gak terlalu, tp mayan lah buat sok2an ngerasain kayak yg kita liat di film. Di dalam bayangan, kita bener2 dihadapkan pada teka-teki dan puzzle yg mesti kita pecahkan. Tapi, kalau misal banyak teka-tekinya kapan selese ya maennya ;)). Untung juga seh gretongan :D. Over all, kesan kita cukup senang lah bermain CSI ini, tp kalau disuruh bayar mikir2 deh hehehe.

Untuk informasi jadwal eksibisinya diperpanjang sampai 15 Mei 2011, kemarin sempet nanya ke petugasnya. Tadinya cuman sampe 31 Maret 2011, tp berhubung dapat ijin lisencenya jadi diperpanjang. Oiya, untuk tiketnya kemarin sempet liat kalau ada diskon 20% deh.

Setiap kita selese main, kita juga dapet diploma dari Gil Grissom lhooo..ini penampakannya *narsis*

Di ulang tahun Laras kali ini, Laras banyak sekali dapat hadiah. Salah satunya dari MommiesDaily dan Purrel Salon. Kebetulan MD ngadain kuis twitter yang bertema MDkidsmakeover, untuk kiddos yang ulang tahun di bulan Februari 2011. Karena mamahnya Laras termasuk banci kuis sejati, maka dengan semangat membara Laras diikutsertakan dengan mengirim foto Laras yg paling heiitzz. Harapan supaya Laras menang sangat besar, soale selain biar dapet gretongan *makirit*..mamahnya Laras sempat sedih karena gak jadi pemenang di MDmakeover sebelumnya :(. Jadi waktu Laras diumumkan sebagai pemenang, aku sampai terharu biru dan gak menyangka sama sekali *lebay* :D.

Setelah diminta data diri, MD memberikan jadwal dari tanggal 19-25 Februari 2011 untuk Laras di make over. Karena tanggal 19-20 Feb yang kebetulan wiken itu kita semua pergi ke bandung, maka baru kemarin tanggal 23 Feb, Laras memenuhi jadwal make overnya. Tadinya sempet minta tukar jadwal, soalnya takut gak bisa pas sama jadwal yang diberikan. Secara aku ngantor sampai jam 6 sore, papahnya Laras sekarang pun sibuk berat, kadang harus nginep di kantor. Paling skenario nekatnya, aku cabut dari kantor sebentar di siang/sore hari untuk anter Laras.

Alhamdulillah banget, hari rabu tanggal 23 kemarin, papahnya Laras bisa ke kantor malam karena hari sebelumnya sudah nginep di kantor, jadi sorenya bisa anter Laras dulu. Aku juga telpon ke Purrel untuk memastikan jam bukanya, ternyata Purrel buka sampai jam 7 malam. Untungnya pula, lokasi Purrel gak jauh dari kantorku di Tendean, jadi aku ijin jam 1/2 6 sore untuk pulang duluan biar Laras bisa cepat sampai di Purrel.

Sampai di Purrel, setelah menunjukkan bukti diri dan twitter dari MD, kita diminta naik ke lantai 2. Purrel memang terdiri dari 2 lantai, lantai pertama tempat penjualan mainan bayi dan anak-anak, sementara lantai 2 adalah salonnya. Suasana lantai 2 langsung bikin Laras berbinar-binar, mungkin karena banyak mainan dan tempat duduknya juga berbentuk mobil-mobilan. Duduklah Laras di mobil warna pink sambil nonton Mr. Bean versi kartun.

Sebelum di potong rambutnya, si masnya tanya model untuk Laras. Aku bilang terserah saja, asal gak bikin lehernya Laras ketutupan. Soalnya kemarin itu mungkin karena sudah panjang melebihi leher, tiap keringetan jadi bikin leher Laras biang keringat dan gatal-gatal. Akhirnya si mas menawarkan model pendek oval, aku langsung setuju. Model rambut Laras sebelumnya bob nungging, waktu itu juga bob yang pendek.

Proses pemotongan rambut di mulai. Laras termasuk anak yang anteng sebenarnya, tapi yang namanya anak-anak pasti gak betah untuk diam terus apalagi disekitarnya banyak mainan. Jadilah sesekali Laras tengak-tengok tergoda untuk loncat dari kursinya, tapi Laras gampang di kasih tahu kalau dia harus menunduk sedikit atau diam sebentar. Si mas nya juga cukup sabar, dia akan menyesuaikan posisinya sesuai posisi Laras bergerak. Jadi gak maksain banget, kecuali kalau memang diperlukan.

 

 

 

Selesai di potong, proses selanjutnya adalah nge-blow rambut Laras. Karena rambutnya udah pendek, nge-blownya juga cuman sebentar aja. Setelah di blow, baru keliatan deh modelnya, lucuuu kayak dora the explorer tapi lebih pendek rambut Laras.

 

 

Laras sempat gak mau pulang, ngadat di tangga gak mau turun. Tadinya sih gak bilang apa-apa cuman diam aja di tangga, eh ternyata pengen main :)). Berhubung papahnya Laras mesti ke kantor dulu, dan Purrelnya juga dah mau tutup, kita bujuk deh Laras biar mau turun. Biar gak terlalu kecewa dan gak nangis, di kasih kesempatan dulu untuk naik mobil-mobilan di bawah. Sebentar gak apa-apa deh daripada penasaran hihihi.

 

Keseluruhan, aku puas dengan pelayanan dan hasil potong rambutnya Laras. Dengan fasilitas yang sebagian besar sama dengan salon anak terkenal di mal-mal itu, hasilnya sama. Bahkan harga Purrel lebih murah dari salon itu. Patut dicoba lagi lain kali deh. Makasih ya MD dan Purrel Salon buat kesempatan make over gratisnya untuk Laras :)

 

Beberapa minggu lalu aku ikutan kuisnya Mommiesdaily via twitter @mommiesdaily tentang cemilan sehat untuk anak yg disponsori oleh Cemalcemilciamik. Kebetulan banget aku menang..yaayyy !!! Seneng banget, akhirnya aku bisa menang di kuis MD plus dapet hadiah cemilan sehat utk Laras.

Setelah diumumkan oleh MD kl aku adalah pemenangnya bersama salah satu emak yg lain, aku dihubungi oleh MD via email, minta data alamat n no telpku. Beberapa hari kemudian, aku dapat SMS dari pihak cemalcemilciamik, mak Echie bundanya Kakang. Mak Echie bilang, kalo hadiahnya bakal dikirim hari Jumat tanggal 21 Januari 2010. Huaaahh..can’t wait banget deh pengen liat Laras seneng dapet hadiah kue-kue itu ;)).

Tanggal 21 Jan pun tiba, tapi kiriman tak kunjung datang. Kiriman itu baru datang keesokan hari pas hari Sabtunya. Tapi, di hari itu kita sekeluarga pergi plesiran ke mall dan rumah kosong. Aku tahu kalau kirimannya datang karena tiba-tiba tetangga sebelah SMS, kasih tau kalau ada kiriman kue yang dititipkan di rumahnya. Alhamdulillah, untung tetanggaku baik hati, love U mama Syifa :).

Sore sekitar maghrib, kita baru sampai di rumah. Langsung disambut anak tetangga sebelah yang mengantarkan titipan kue. Wah coba hadiahnya 1 kardus, pasti langsung aku bagi ke anak tetangga teman2nya Laras itu..hahahaha ngarep gretongan banget :D plus pelit :p. Laras langsung seneng banget, dia memang selalu excited sama sesuatu yang dibilang bakal untuk dia. Langsung dibukalah 2 toples kue dari cemalcemilciamik. Hadiah itu terdiri dari cheese dan banana cookies. Dengan semangat, kita semua mencoba satu-satu kue itu. Pokoknya Mamah Papahnya Laras gak mau ketinggalan nyicipin.

Untuk cheese cookies, kita semua suka :). Laras langsung abis banyak, dia terlihat doyan banget. Kuenya berasa banget cheesenya, teksturnya juga lembut. Cocok untuk anak-anak seusia Laras, dan lumayan mengenyangkan. Kalau untuk banana cookiesnya, Laras gak begitu suka. Mungkin karena rasanya gak begitu manis. Kalau bagiku, rasa pisangnya berasa tapi teksturnya gak selembut cheese cookies, jadi berasa seret, istilahnya orang jerman, apa ya bahasa indonesianya :D. Terus agak berasa lengket di langit2 mulut. Atau karena Laras dah terbiasa makan manis ya, jd dia gak begitu doyan dengan rasa yg menurutnya hambar *wah ketauan deh, gw emak yg gak ngikutin pakem yg bener hehehe*

Terima kasih ya Mommiesdaily dan Mbak Echie dari Cemalcemilciamik yang sudah berbaik hati mengirimkan hadiah cemilan untuk Laras. Layak di coba kembali cookiesnya, kapan-kapan Laras nyoba pesan kue yang lain ;)

Berikut aku pamer foto Laras dan kue-kue hadiah dari Mommiesdaily & Cemalcemilciamik :p

My Sister’s Keeper adalah film keluarga keluaran th 2009 yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama. Film ini dibintangi oleh Cameron Diaz & Alec Baldwin. Film yg sangat mengharukan ini menceritakan sebuah keluarga yang menghadapi situasi dimana salah satu anak mereka menderita penyakit kanker, leukimia. Bagaimana perjuangan dan pengorbanan keluarga tersebut melalui cobaan yg sedang dihadapi. Film ini aku tonton semalem di channel HBO, dari yg awalnya mata dah berasa ngantuk malah akhirnya sembab krn nangis di sepanjang film :((.

Di film ini digambarkan bagaimana seorang ibu rela melakukan apa saja utk anak2nya, apalagi kalau anaknya itu sakit dan sekarat. Rasa tidak ingin kehilangan begitu kuat bahkan sanggup mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Ya, itulah yg diperankan oleh Cameron Diaz sebagai Sara Fritzgerald, seorang pengacara terkenal yang berhenti prakteknya untuk mengurus Kate, putrinya yg sekarat krn penyakit Leukimia (APL). Bahkan Sara dan Brian suaminya mengikuti saran dokter yg sebenernya “ilegal” utk memiliki “anak buatan”, anak yg direncanakan dan diharapkan dpt membantu kesembuhan Kate dgn menjadi donor atau istilah kasarnya spare part bagi Kate.

Aku gak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sara & Brian, pasti sangat hancur, tapi diharuskan utk semangat di depan anak2nya. Brian sang ayah, juga mengatakan bahwa dengan keadaan Kate yang sakit, sangatlah menguras waktu, biaya dan tenaga serta perasaan. Mereka harus menyaksikan Kate dan Anna merasakan sakit dari balita, yg disebabkan oleh operasi ataupun komplikasi akibat penyakit dan proses pendonoran organ tubuh tsb. Aku gak tega melihat scene saat Kate balita harus menjalani tes pengambilan bagian sumsum tulang belakang yg konon katanya sangat sakit, walaupun disitu Kate dibius. Atau adegan Anna yg harus dipaksa masuk kamar operasi utk mendonorkan organ tubuhnya padahal dia udah merengek dan minta bersama ibunya, sementara ayahnya cmn bisa memandangi dgn rasa iba :(. Sepertinya aku gak akan kuat mendapat cobaan dari Allah seperti itu :(.

Scene lain yang sangat menyentuh dan jadi favoritku adalah saat Kate yang kondisinya makin memburuk, berada di rumah sakit. Saat itu dia sedang melihat scrap book yang dia buat sendiri, kumpulan foto2nya dan seluruh anggota keluarga. Sambil memandangi foto2 itu, Kate minta maaf kepada ayah ibu dan saudara2nya serta tantenya. Betapa dia sangat sedih dan menyadari bahwa penyakitnya tidak hanya membunuhnya, tp juga membunuh keluarganya. Dia banyak merebut perhatian dan kasih sayang orangtuanya dibanding utk kakak dan adiknya. Mereka sampai tidak menyadari kalau Jesse kakak Kate, menderita dyslexia. Kate juga merasa bersalah kepada Anna adiknya, yang banyak berkorban sejak lahir utk dirinya. Kata2 yang menyentuh adalah saat Kate meminta maaf kepada ayahnya, ia merasa telah merenggut cinta pertama sang ayah yaitu ibunya, Sara.

Mungkin orang lain, bahkan pengacara Anna yang diperankan oleh Alec Baldwin akan menganggap Sara & Brian adalah orang tua yg kejam, sengaja mengorbankan Anna utk Kate. Sampai ia mengatakan, prioritas Sara utk melindungi Kate demikian besar. Keinginan Sara utk selalu melindungi Kate benar adanya, tapi siapa yang melindungi Anna. Aku sebagai seorang ibu mengerti sekali, bahwa setiap ibu manapun pasti akan begitu. Ibu akan berbuat apapun demi anak2nya.  Allah juga mewajibkan umat-Nya utk berusaha keras mencari pengobatan utk penyakit yg di derita, walaupun kita jg akhirnya harus pasrah dengan ajal yg akan menjemput. Di satu sisi, melihat pengorbanan dan penderitaan Anna hatiku jg miris. Seandainya aku jadi Anna, aku pasti akan sedih dan marah, tapi kenyataannya aku jg sayang kepada kakakku sendiri.

Sungguh kisah yang penuh makna, pembelajaran dan banyak hikmah yang bisa diambil. Betapa tidak selamanya pengorbanan itu harus dilakukan terus menerus, masih ada yang harus diperhatikan, yaitu korban dari pengorbanan itu sendiri. Betapa cinta kita diuji dan keikhlasan dituntut utk berjalan beriringan. Mungkin inilah arti dari kata-kata materi, anak, keluarga kita itu hanya titipan dari Allah, kita harus menjaga sekuat tenaga amanah yang diberikan, tapi begitu sang pemilik ingin mengambilnya, hati kita harus ikhlas. Karena dengan keikhlasan tersebut yang akan menolong kita melalui semua kehilangan dan menjadikan kita makin kuat dan tegar. Kembali ke diriku sendiri, aku tidak yakin akankah aku bisa seikhlas itu kalau tiba-tiba amanah yg diberikan kepadaku diambil oleh Allah. Aku hanya berharap semoga aku selalu diberi kekuatan utk dapat menjaganya sekuat tenaga dan semampuku dan semoga aku jg diberi keikhlasan yg tidak ada ujungnya. Amin…