>

Jakarta – Permainan ini memang sederhana dan kerap dimainkan ibu dengan bayinya. Meski sederhana, namun manfaatnya cukup luar biasa. Ciluukk…baa!!

Semakin banyak orang yang bermain ciluk…ba dengan seorang bayi, dampaknya semakin bagus. Sebab, bayi akan mengenal banyak wajah, bukan hanya ayah dan ibunya. Sehingga kelak akan menjadi anak yang mudah bergaul.

“Ini melatih kemampuan bersosialisasi. Kalau sudah cukup besar, diajak bermain petak umpet. Itu permainan sederhana yang bisa membuat anak melihat lebih banyak orang,” kata dokter spesialis anak dr Attila Dewanti SpA.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk “Mengembangkan kecerdasan anak sejak dini” di Brawijaya Women and Children Hospital, Jl Taman Brawijaya, Jakarta, Sabtu (22/9/2007).

Ketika bayi berumur 6 bulan, lanjut Attila, kurangi kebiasaan memakai popok bayi. “Biarkan dia merasa risih karena basah dan merasa jijik. Ini melatih dia untuk tidak pipis di tempat,” sambung perempuan berkacamata ini.

Ada baiknya juga anak-anak balita diajak menonton televisi beberapa menit. Kegiatan ini bagus untuk melatih kontak mata dengan gambar-gambar yang bergerak cepat.

“Tapi bila saat menonton televisi si anak dipanggil-panggil tidak menyahut, stop televisinya dan pergi ke dokter. Sebab ada kemungkinan dia autis,” lanjut Attila.

Pada anak autis, dia akan asyik dengan dunianya sendiri. Sehingga, meski dipanggil namanya, tidak akan merespons. “Karena itu, sejak bayi, harus diperhatikan juga kontak matanya. Dia merespons suara tidak,” tutup Attila. (nvt/sss)

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.