Saat ini malaikat kecilku Laras telah berusia 7 bulan, Alhamdulillah Laras sudah lulus ASIX 6 bulan dan telah sebulan mulai MPASI. Walaupun Laras sudah mulai makan, tapi Laras masih tetap ASI lho . Harapanku Laras masih mau ASI sampai 2 tahun, Amin.

Aku sudah pernah menulis tentang pengalaman pertama kali menyusui laras di sini. Segala suka duka *lebih banyak sukanya * memperjuangkan ASIX untuk Laras sudah banyak aku rasakan. Mungkin perjuanganku memberikan ASIX ke Laras tidaklah seberat ibu-ibu bekerja lain, yang dari sang bayi berumur 2-3 bulan sudah ditinggal kembali ke kantor sehingga si bayi bergantung pada ASIP sejak berumur segitu.

Aku cukup diberi banyak kemudahan oleh Allah karena selama di 5 1/2 bulan awal kehidupan Laras, aku masih bisa menyusui langsung karena aku cuti melahirkan selama 6 bulan . Tapi bukan berarti juga menyusui langsung tidak mendapat kendala dan bisa berjalan mulus. Laras baru mulai bergantung pada ASIP sejak aku masuk kantor awal agustus lalu. Berbekal stok ASIP yang aku sediakan sejak sebulan sebelum aku kembali ke kantor, aku cukup pede meninggalkan Laras di rumah. Aku pun mencoba memerah ASI 2-3 kali selama aku di kantor.
Memberikan ASIP ke Laras juga membutuhkan perjuangan tersendiri , karena aku keukeuh supaya Laras tidak diberikan ASIP menggunakan dot. Aku sudah mengajari Laras minum ASIP menggunakan berbagai media selain dot, mulai sendok, feeder dari Medela *maaf sebut merk*, gelas magmag, ataupun cup sloki Medela.Awalnya Laras cukup sulit minum dari media tersebut, Laras selalu ngamuk dan nangis menjerit-jerit, tapi aku tetap tidak menyerah untuk mengajarinya.

Yang membuat agak senewen adalah pendapat orang rumah tentang kemauanku ini, orang yang mengasuh Laras di rumah cukup keberatan karena mungkin dianggap merepotkan. Untung suamiku tetap mendukung aku, sehingga aku tetap maju pantang mundur mengajari Laras . I love U papa Laras . Lama kelamaan Laras mahir juga, dan sekarang tiap aku pergi ke kantor, Laras selalu minum ASIP menggunakan feeder Medela.
Terkadang aku juga mulai panik jika hasil perahanku tidak mencukupi kebutuhan Laras, karena terus terang saja setiap hari ASIP ku tidak pernah balik modal . Untung saja aku punya stok ASIP banyak di freezer, tapi stok tersebut makin menipis saja. Kalau sudah hampir putus asa begitu, semangatku naik kembali setelah mendapat semangat dari ibu-ibu seperjuangan yang ada di milis AFB. Makasih ya Ibu-ibu .

Tibalah tanggal 16 Agustus 2008, saat dimana Laras berumur 6 bulan. Laras lulus ASIX 6 bulan dan mulai MPASI. Rasa bahagia yang aku rasakan benar-benar tiada taranya, melihat Laras tetap sehat, tidak pernah sakit, ceria, aktif, pintar dan menggemaskan benar-benar membayar semua rasa kepanikan dan kesusahan yang pernah aku alami.

Laras memulai MPASI-nya penuh dengan semangat, satu lagi babak baru dari kehidupan aku dan Laras tentunya. Kami harus belajar lagi pelajaran baru, dimana Laras mulai belajar makan dan aku belajar menyuapi plus masak dan mesti pintar berinovasi dengan menu makanan Laras. Dan disitulah kendalanya, aku tidak pintar masak, memikirkan menu makananku sendiri saja kadang sudah bikin pusing .

Di bulan Ramadhan ini, aku pun tetap berpuasa dan menyusui Laras. Alhamdulillah juga kegiatan perah-memerah ASI di kantor tetap lancar, walaupun kadang hasil perahan agak berkurang, tapi aku tetap semangat . Kalau oleh-oleh ASIP dari kantor agak berkurang, biasanya aku mencoba memerah di malam hari sebelum tidur dan saat sahur. Saat berbuka dan sahur, aku mencoba banyak minum dan makan tentunya, tetap mengkonsumsi makanan bergizi, susu, madu, vitamin, pokoknya apapun yang baik demi lancarnya ASI selama aku berpuasa.

Mudah-mudahan aku terus diberi kekuatan untuk memberikan yang terbaik untuk Laras, haknya untuk mendapatkan ASI tidak hanya di bulan Ramadhan ini tapi juga sampai Laras berumur 2 tahun. Amiiiinn.

Tulisan ini ditulis juga dalam rangka mengikuti [EVENT SHARING ASI], http://asiuntukbayiku.multiply.com/journal/item/40

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.