Dalam seminggu ini, saya baca moment beberapa temen Path yang nulis gini..

Being rich doesn’t give you any right to be rude

Yes, saya setuju banget. Tapi, saya juga setuju kalau..

Being poor doesn’t give you any right to be rude

Menjadi orang yang punya banyak kelebihan atau yang hidup dalam kekurangan, merasa kaya atau merasa miskin, bukan berarti bisa bersikap semena-mena ke orang lain.

Gak berarti karena seseorang itu tajir melintir, lalu bisa menghina dan merendahkan orang lain. Atau, dengan kekayaannya dia bisa melanggar aturan dan jadi kebal hukum.

Contoh lain yang biasa kita lihat, orang yang suka nyerobot antrian. Gayanya, sih, boleh blink-blink, tapi kelakuan minus.

Ada juga orang kaya yang naik mobil mahal tapi buang sampah sembarangan. Hih! Paling kzl lihat yang model kayak gitu.

Lalu, orang miskin yang semena-mena itu yang kayak apa? Sama aja.

Orang miskin juga ada yang suka main serobot, ada yang suka buang sampah sembarangan. Bahkan, sebagian dari mereka, dengan mengatasnamakan kemiskinan, tega berbuat jahat ke orang lain. Mencuri, merampas, merampok, menjambret, juga ada yang mau membunuh demi keluar dari keadaannya.

Saya beberapa kali ketemu sama orang yang minta-minta uang dengan cara kasar di angkot. Orang ini mengintimidasi penumpang dengan cerita kalau baru keluar dari penjara, gak punya uang, lapar, lalu minta kita kasih uang ke dia. Mereka pakai mengancam segala.

Pernah juga naik metromini dari depan kantor ke arah blok M, lalu ada pengamen lebih dari 2 orang yang ikut naik. Yang satu nyanyi, yang satu lagi mukul bahu semua penumpang dengan tangan dikepal dari arah pintu belakang. Saya termasuk yang dipukul :(.

Saya takut banget kalau dihipnotis tapi untung aja masih sadar, Alhamdulillah. Maksud mereka mukul itu buat menakuti penumpang dan maksa dikasih uang. Biarpun penumpang saat itu ramai, tetap aja gak ada yang berani melawan.

Ada lagi pengalaman naik angkot waktu saya masih kecil. Saya naik sama mama dan waktu itu naik bis kota yang supirnya ngebut dan nyetir ugal-ugalan. Mama saya protes donk, tapi supir malah jawab seenaknya. Dia bilang, “Kalau mau pelan-pelan, turun aja, Bu. Naik taksi”. Pakai ditambahin omongan, “Kalau kaya gak usah naik bis, kita kalau gak buru-buru gak dapet sewa”.

Kebanyakan bis kota atau angkot juga tukang serobot jalur atau antrian. Mereka pengen cepet, gak mau kena macet, rebutan penumpang, tapi malah suka jadi penyebab macet.

Nyebelin kan, jadinya?

Jadi, menjadi orang kaya atau orang miskin sepertinya bisa dijadikan pembenaran buat menindas orang lain. It’s not cool, dude.

Tahu diri aja, lah..

*edisi ngomel malam-malam, abis ditabrak pemotor yang jalan di trotoar*

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.