My Sister’s Keeper adalah film keluarga keluaran th 2009 yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama. Film ini dibintangi oleh Cameron Diaz & Alec Baldwin. Film yg sangat mengharukan ini menceritakan sebuah keluarga yang menghadapi situasi dimana salah satu anak mereka menderita penyakit kanker, leukimia. Bagaimana perjuangan dan pengorbanan keluarga tersebut melalui cobaan yg sedang dihadapi. Film ini aku tonton semalem di channel HBO, dari yg awalnya mata dah berasa ngantuk malah akhirnya sembab krn nangis di sepanjang film :((.

Di film ini digambarkan bagaimana seorang ibu rela melakukan apa saja utk anak2nya, apalagi kalau anaknya itu sakit dan sekarat. Rasa tidak ingin kehilangan begitu kuat bahkan sanggup mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Ya, itulah yg diperankan oleh Cameron Diaz sebagai Sara Fritzgerald, seorang pengacara terkenal yang berhenti prakteknya untuk mengurus Kate, putrinya yg sekarat krn penyakit Leukimia (APL). Bahkan Sara dan Brian suaminya mengikuti saran dokter yg sebenernya “ilegal” utk memiliki “anak buatan”, anak yg direncanakan dan diharapkan dpt membantu kesembuhan Kate dgn menjadi donor atau istilah kasarnya spare part bagi Kate.

Aku gak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sara & Brian, pasti sangat hancur, tapi diharuskan utk semangat di depan anak2nya. Brian sang ayah, juga mengatakan bahwa dengan keadaan Kate yang sakit, sangatlah menguras waktu, biaya dan tenaga serta perasaan. Mereka harus menyaksikan Kate dan Anna merasakan sakit dari balita, yg disebabkan oleh operasi ataupun komplikasi akibat penyakit dan proses pendonoran organ tubuh tsb. Aku gak tega melihat scene saat Kate balita harus menjalani tes pengambilan bagian sumsum tulang belakang yg konon katanya sangat sakit, walaupun disitu Kate dibius. Atau adegan Anna yg harus dipaksa masuk kamar operasi utk mendonorkan organ tubuhnya padahal dia udah merengek dan minta bersama ibunya, sementara ayahnya cmn bisa memandangi dgn rasa iba :(. Sepertinya aku gak akan kuat mendapat cobaan dari Allah seperti itu :(.

Scene lain yang sangat menyentuh dan jadi favoritku adalah saat Kate yang kondisinya makin memburuk, berada di rumah sakit. Saat itu dia sedang melihat scrap book yang dia buat sendiri, kumpulan foto2nya dan seluruh anggota keluarga. Sambil memandangi foto2 itu, Kate minta maaf kepada ayah ibu dan saudara2nya serta tantenya. Betapa dia sangat sedih dan menyadari bahwa penyakitnya tidak hanya membunuhnya, tp juga membunuh keluarganya. Dia banyak merebut perhatian dan kasih sayang orangtuanya dibanding utk kakak dan adiknya. Mereka sampai tidak menyadari kalau Jesse kakak Kate, menderita dyslexia. Kate juga merasa bersalah kepada Anna adiknya, yang banyak berkorban sejak lahir utk dirinya. Kata2 yang menyentuh adalah saat Kate meminta maaf kepada ayahnya, ia merasa telah merenggut cinta pertama sang ayah yaitu ibunya, Sara.

Mungkin orang lain, bahkan pengacara Anna yang diperankan oleh Alec Baldwin akan menganggap Sara & Brian adalah orang tua yg kejam, sengaja mengorbankan Anna utk Kate. Sampai ia mengatakan, prioritas Sara utk melindungi Kate demikian besar. Keinginan Sara utk selalu melindungi Kate benar adanya, tapi siapa yang melindungi Anna. Aku sebagai seorang ibu mengerti sekali, bahwa setiap ibu manapun pasti akan begitu. Ibu akan berbuat apapun demi anak2nya.  Allah juga mewajibkan umat-Nya utk berusaha keras mencari pengobatan utk penyakit yg di derita, walaupun kita jg akhirnya harus pasrah dengan ajal yg akan menjemput. Di satu sisi, melihat pengorbanan dan penderitaan Anna hatiku jg miris. Seandainya aku jadi Anna, aku pasti akan sedih dan marah, tapi kenyataannya aku jg sayang kepada kakakku sendiri.

Sungguh kisah yang penuh makna, pembelajaran dan banyak hikmah yang bisa diambil. Betapa tidak selamanya pengorbanan itu harus dilakukan terus menerus, masih ada yang harus diperhatikan, yaitu korban dari pengorbanan itu sendiri. Betapa cinta kita diuji dan keikhlasan dituntut utk berjalan beriringan. Mungkin inilah arti dari kata-kata materi, anak, keluarga kita itu hanya titipan dari Allah, kita harus menjaga sekuat tenaga amanah yang diberikan, tapi begitu sang pemilik ingin mengambilnya, hati kita harus ikhlas. Karena dengan keikhlasan tersebut yang akan menolong kita melalui semua kehilangan dan menjadikan kita makin kuat dan tegar. Kembali ke diriku sendiri, aku tidak yakin akankah aku bisa seikhlas itu kalau tiba-tiba amanah yg diberikan kepadaku diambil oleh Allah. Aku hanya berharap semoga aku selalu diberi kekuatan utk dapat menjaganya sekuat tenaga dan semampuku dan semoga aku jg diberi keikhlasan yg tidak ada ujungnya. Amin…

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.