Sebagai orang yang suka dengan olahraga, saya sudah sering cerita dan posting kegiatan olahraga saya. Sudah sering juga saya tulis obsesi saya yang kepingin punya body kayak mbak Gwen Stefani. Tapi, kenyataannya emang susah, cyiiin. Butuh usaha dan konsistensi yang luar biasa besarnya. Sadar akan keterbatasan saya tentang itu, saya coba kurangi sedikit obsesinya jadi “saya ingin sehat dan bugar”.

Usahanya untuk itu jelas dengan rajin olahraga dan makan makanan sehat. Menjadi member Celebrity Fitness menjadi salah satu usaha saya mencapai tujuan di atas. Sesuai juga dengan merealisasikan mimpi bahwa “saya bisa” seperti yang pernah saya tulis di sini .

Saya terdaftar di Celebrity Fitness Mall Metropolitan Bekasi. Saya latihan di Celfit 2-3x seminggu, tergantung dari waktunya. Di hari kerja, saya biasanya latihan di Celfit FX, dan saat wiken saya latihan di Celfit MM.

image

Selama 6 bulan menjadi member Celfit, saya lebih sering ikut latihan di kelas-kelas. Beda saat menjadi member Celfit 3 tahun lalu, saya latihan bersama PT di Celfit FX dan mengikuti program yang 12x sesi latihan. Tapi, yang sekarang karena waktu saya tidak terlalu fleksibel untuk ikut program PT dan memang terlambat juga untuk ikut programnya, saya ambil latihan di kelas saja.

Saya tidak mencoba semua kelas yang ada di Celfit, saya hanya ikut kelas yang waktunya pas dan yang program latihannya sesuai dengan minat. Yang rutin saya ikuti adalah kelas Basic dan Hatha Yoga di Celfit MM setiap hari Minggu pagi, dengan instruktur Nita.

Dulu, saya kira yang namanya latihan yoga, apalagi yang basic, gak akan berat dan kayaknya gampang-gampang aja. Ternyata, saya salah :)). Nita, selalu memberikan latihan yang bikin ngos-ngosan dan bercucuran keringat.

image

Namanya saja basic, tapi latihannya membutuhkan power dan konsentrasi. Di kelas basic, kita diajarkan bagaimana melakukan asana yang benar sesuai dengan goal yang akan dicapai. Latihan dasar fleksibilitas baik hamstring, back, quadriceps, open hips, open chest, dsbnya, dilakukan dengan nafas yang teratur. Lumayan, dengan rutin ikut kelasnya Nita, badan jadi berkurang kakunya.

Di kelas Hatha Yoga, gerakannya lebih mengalir daripada saat basic. Yang ikutan kelas Hatha juga dari berbagai level dan Nita gak mengharuskan kita untuk bisa melakukan pose yang susah. Kita diberikan opsi sesuai dengan kemampuan masing-masing, tapi kita juga harus terus latihan biar kemampuannya tambah dan goalnya juga tercapai. 

Saya sampai sekarang belum bisa pose yang aneh-aneh, bakasana yang kata orang paling gampang aja, saya belum bisa :)). Sepertinya emang diperlukan keuletan, fokus dan keberanian untuk terus mencoba.

Saya merasakan dengan yoga bisa jadi terapi untuk keluhan yang sering saya rasakan. Nita juga sering sharing pose yang bisa kita lakukan untuk tiap keluhan yang dirasakan, kayak backpain atau nyeri otot kaki/lutut. Saya sering merasakan keluhan yang terakhir itu. Biasanya memang dirasakan oleh orang yang hobinya lari.

Kelas favorit saya yang lain adalah kelas TRX di Celfit FX setiap Kamis malam bersama Devi sebagai instrukturnya. Komen saya tentang Devi, orangnya kocak dan asik. Kasih arahannya juga jelas, bikin orang yang ikutan kelasnya jadi termotivasi.

Dulu waktu ikut program PT, saya sempat mencoba latihan TRX, tapi hanya 2 sesi. Jadi, saya pingin rutin ikutan kelas TRX-nya Devi.

image

Devi selalu bilang kalau latihan TRX itu beda dengan latihan lain yang menggunakan alat. Dengan latihan TRX, bagian tubuh yang dilatih adalah mulai dari upper sampai lower body. Setiap gerakannya melatih sekaligus tangan, lengan, pinggang, paha sampai kaki. Dan, gerakan dasarnya sama dengan gerakan plank, hanya dilakukan sambil berdiri.

Berasa banget efek ke badannya setiap habis latihan TRX, besoknya pasti otot langsung berasa sore. Sakit memang, tapi saya suka merasa ketagihan :). Berarti otot kita bener-bener bekerja saat latihan, udahannya berasa jadi kayak mau pamer otot aja *gayanyaaa*.

Kelas lain yang pernah saya coba beberapa kali adalah kelas RPM atau latihan sepeda. Saya biasa ikutan kelas RPM hari Jumat malam di Celfit FX atau kelas hari Minggu siang di Celfit MM. RPM kayaknya cuman gowes sepeda aja, tapi ternyata beraaaaat. Kita dilatih untuk menantang diri sendiri dengan menambah beban di setiap latihannya.

image

Pertama kali latihan RPM, bagian bokong belakang sakitnya luar biasa. Dengan rutin beberapa kali ikutan kelasnya, lama-lama terbiasa. Buat saya, latihan RPM memudahkan saya pas latihan lari.

Di RPM ada latihan interval, gowes up & down hill dan latihan speed, sama aja seperti latihan lari. Rutin latihan RPM bikin endurance saya untuk lari jadi lebih baik.

Saya juga mencoba kelas Body Combat. Bukan kelas favorit, tapi lebih mendingan daripada kelas Seduce dan Body Jam yang sudah saya coba juga. Aduh, mungkin faktor U juga ya, jadi daya konsentrasi untuk mempelajari koreografi jadi lambat.

Saya suka melihat dancers yang keren banget kalau udah menari, tapi giliran nyobain sendiri, susahnyaaaa :D. Badan ini juga kok kaku gitu, gak bakal lolos deh nih kalau ikut audisi jadi dancersnya Agnezmo.

image

Di kelas Body Combat, koreografinya gak terlalu susah dan sebanyak di kelas dance. Gerakannya juga lebih banyak gerakan punching dan kicking, kayak tinju plus karate. Jadi berasa kayak fighter gitu deh. Setiap gerakannya harus pakai power sambil perutnya dikunci, biar cepet rata perutnya *sambil memandangi perut sendiri yang gak jelas kapan ratanya*.

Saya sebenernya penasaran pengen nyobain kelas Body Pump, tapi waktunya gak ada yang pas. Saya emang seneng banget sama latihan yang banyak melatih otot, kalau latihan cardio udah cocok sama lari. Saya sering banget denger kalau mau cepet langsing, otot emang harus banyak dilatih. Otot bisa dikatakan sebagai kompor yang membakar lemak, kalau kompornya sering dinyalakan, lemaknya juga cepat hilang.

image

Selama rutin latihan di Celfit, sudah banyak manfaat yang saya rasakan. Yang jelas hobi olahraga tersalurkan dengan tepat dan terarah.

Terus terang saya gak terlalu obsesi dengan penurunan berat badan yang drastis kayak 3 tahun lalu, yang penting saya merasa bugar saja. Dan, dengan ikut latihan-latihan di Celfit, saya banyak belajar untuk menantang diri sendiri, mengeluarkan semua kemampuan dan kekuatan saya dengan lebih terukur. 

Latihan memang lebih bagus kalau ada pendamping seperti PT/coach/instruktur. Apalagi kalau latihan pertama kali, butuh dicontohin gerakan yang benar. Kalau sudah menguasai gerakannya, kita bisa berlatih sendiri dengan tetap dievaluasi oleh pendamping agar goal kita cepat tercapai.

Yang jelas dengan join jadi member Celebrity Fitness, saya merasa ada improvement dan setiap hari merasa jadi lebih baik sesuai dengan kampanyenya Celfit yaitu #everydayIgetBETTER

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.