Setiap cewek pasti pengen kulit wajahnya mulus, licin dan kinclong. Gak ada yang kepengen jerawatan, flek, komedoan, bruntusan, kulitnya kusam kering, pori mangap, atau wajahnya kayak kilang minyak.

Untuk mendapatkan kulit wajah tanpa masalah di atas, biasanya cewek-cewek rajin melakukan perawatan wajah. Bahkan, sampai rela merogoh kantong lebih dalam, untuk mendapatkan perawatan yang mihil.

Saya pernah nonton salah satu acara gosip yang menyiarkan liputan seorang artis lagi maskeran pakai bubuk emas. Kebayang donk, berapa banyak duit yang harus dibayar untuk perawatan itu.

Saya juga pengen punya kulit wajah yang licin, yang lalat aja sampai kepeleset pas lagi hinggap di wajah *jorok amat sih sampe dilalatin*. Tapi suka malas merawat wajah sendiri.

Tadinya saya cuek sama hal-hal beginian. Bukan berarti saya gak melakukan perawatan sama sekali. Pernah, cuman gak rutin aja. Itupun seringnya saya lakukan sendiri di rumah, jarang sekali ke salon atau ke klinik kecantikan. Perawatannya juga cuman luluran dan maskeran aja.

Tapi, semakin bertambahnya umur, sepertinya saya gak boleh cuek lagi. Dan emang bener, belakangan saya mulai punya masalah sama kulit wajah.

Kulit wajah saya jenisnya normal cenderung berminyak. Dulu waktu jaman abegeh, wajah saya lebih berminyak dibanding sekarang. Malah wajah saya full jerawatan, sampai-sampai saya diajak mama ke dokter kulit buat berobat. Itulah sekalinya saya ke dokter kulit buat benerin masalah wajah.

Alih-alih langsung sembuh pakai obat resep dokter, jerawat tetap kambuhan selama 6 tahun. Sampai waktu saya kuliah di Bandung, jerawat di wajah berkurang sendiri dan akhirnya sembuh. Mungkin karena faktor hormon. Dan, sekarang jerawat muncul pas PMS aja.

Masalah yang saya hadapi belakangan ini adalah kulit suka kusam, kering terutama di sekitar mulut, sering mengelupas, tapi berminyak di daerah T.

Sempat kesal karena saya rajin minum air putih, makan buah dan sayur, saya pikir mestinya nutrisi dari dalam sudah cukup. Tapi, enggak juga. Selain faktor U, tingkat polusi udara, dan sering berada di ruangan ber-AC juga jadi penyebabnya. Ditambah lagi saya kurang dalam merawatnya.

Saya rajin membersihkan wajah setiap habis beraktivitas dari luar, tapi suka seadanya. Kalau lagi rajin saya membersihkan wajah pakai susu pembersih, sabun wajah dan toner. Tapi seringnya cuman pakai sabun pembersih wajah aja, habis itu selesai.

Sehari- hari, saya rajin pakai sun screen/lotion untuk wajah dan tubuh, tapi gak pernah pakai pelembab untuk wajah. Saya pikir, wajah saya kan berminyak, nanti tambah minyakan donk. Selain gak pernah pakai yang namanya pelembab atau day cream, saya juga gak pernah pakai night cream.

Ritual saya di atas itu tadi ternyata masih kurang banget, pantas aja kulit jadi gak sehat gini. Dari hasil browsing dan baca-baca website kecantikan, saya baru dapat pencerahan. Lebih oke lagi info yang saya dapatkan dari blognya Lita. Di sini yang dibahas khusus skincare korea, sih, tapi bisalah jadi pengetahuan untuk penggunaan skincare secara umum.

Setelah baca postingan itu, sekarang saya jadi rutin melakukan double cleansing setiap hari. Saya yang suka pake makeup lengkap, ditambah polusi debu dan asap knalpot karena saya suka ngojek, ngompreng, ngangkot dan suka jalan kaki ngerasain banget bedanya, wajah bersih maksimal.

Saya mulai rajin pakai pelembab, karena katanya kulit yang cukup kelembapannya, kandungan minyaknya akan terkontrol. Setiap malam juga jadi rutin pakai night cream. Pas bangun tidur, kulit wajah jadi berasa halus.

Skincare andalan yang saya pakai sekarang adalah produk Hada Labo Indonesia. Alhamdulillah, sepertinya cocok, so far gak ada purging.

Seneng banget karena kulit saya bukan yang sensian, jadi gampang beradaptasi. Saya pernah pakai produk skincare Jepang yang mahal. Cocok juga buat kulit saya, tapi lama-lama jadi gak cocok buat dompet :)).

Karena banyak rekomendasi tentang Hada Labo, saya jadi ikutan nyoba. Alasan lainnya karena gampang dicari di toko swalayan/kosmetik terdekat dan harganya juga terjangkau. Pas di kantong #ibubijak seperti saya.

image

Saya pilih Hada Labo yang seri Ultimate Anti-Aging, warna merah. Secara umur sudah kepala 3 *tapi body age & jiwa sih, tetep 24*, saya kepengen kerutan-kerutan halus tersamarkan.

Jadi, ritual saya menggunakan skincare setiap pagi dan malam hari adalah sebagai berikut :

1. Biore oil cleanser. Lumayan powerful untuk mengangkat sisa-sisa makeup.
Harga : sekitar 120rb-an rupiah

2. Cuci muka dengan Hada Labo Face Wash seri Gokujyun. Rasanya enak di wajah, gak bikin kulit jadi kering.
Harga : 30rb rupiah

3. Cuci muka lagi dengan Hada Labo Tamagohada Mild Peeling. Buat saya, kulit berasa tambah bersih tapi tetap kenyal.
Harga : 39 – 40rb rupiah

4. Clean & Clear Oil Control Toner. Pukpuk ke wajah pakai kapas, wajah berasa segar banget.
Harga : 11 – 12rb rupiah

5. Hada Labo Ultimate Anti-Aging Lotion. Taruh di tangan sedikit terus pukpuk ke wajah sampai meresap.
Harga : 50 – 65rb rupiah

6. Hada Labo Ultimate Anti-Aging Essence. Ini saya apply di bagian wajah yang biasanya kering dan yang ada kerutan.
Harga : 140 – 145rb rupiah

7. Hada Labo Ultimate Anti-Aging Milk. Apply sedikit ke wajah sambil dipijat-pijat sampai meresap.
Harga : 50 – 65rb rupiah

8. Skin Aqua UV Moisture Milk SPF25. Ringan dipakai dan bikin lembab. Cuman saya pengen nyoba yang versi watery, kayaknya lebih light.
Harga : 35 – 40rb rupiah

9. Hada Labo Ultimate Anti-Aging Night Cream. Karena jenisnya cream, sifatnya jadi lebih berat. Tapi berasa banget efeknya pas kita bangun tidur besok paginya. Kulit wajah berasa halus dan kenyal.
Harga : 90 – 95rb rupiah

*semoga benar langkah-langkahnya, mohon koreksi kalau ada yang gak tepat ;)*

image

Kalau pagi, saya cuman melakukan sampai langkah 5, terus loncat ke 7 dan 8. Gak pakai Essencenya karena bikin wajah keliatan berminyak banget. Tapi, kalau malam semua saya ikutin. Maskeran saya tetap lakukan minimal seminggu sekali. Sekarang lagi gantian pakai masker seri Himalaya dan masker tisu Etude.

Selesai melakukan ritual di atas, saya lagi suka banget pakai Hada Labo CC Cream yang Light setiap mau beraktivitas di luar rumah. Teksturnya hampir mirip BB Cream tapi lebih ringan.

Kadang saya gak usah pakai bedak lagi. Kalaupun pakai bedak, cukup yang loose powder aja. Berdasarkan pengamatan, wajah jadi keliatan cerah, bagusnya juga gak breakout di kulit saya. Cucok juga sama isi dompet, harganya sekitar 70 – 75rb rupiah.

image

Oiya, skincare yang saya lagi pakai sekarang termasuk hemat pemakaian. Karena saya applynya juga cukup sedikit-sedikit, sudah beli sebulan yang lalu, tapi masih banyak isinya.

Mudah-mudahan aja bisa cocok terus sama skincare andalan ini. Pengen, sih, nyoba skincare lain yang direkomen sama beauty experts, terutama skincare Korea. Suka mupeng, euy. Kata Lita, kiatnya kalau mau lebih hemat, beli yang versi sharing-an aja. Atau cari temen yang bisa diajak berbagi.

Semoga juga cita-cita punya wajah kinclong, cepat tercapai *samar-samar terdengar suara Indah, “cita-cita tuh masuk surga, Rin”*. Buat saya, mau cantik dan mulus, gak perlu yang mahal. Asal cucok, sikat ajaaaa…

Leave a Reply









Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.